Jangan Ingkari Janji, Bang Sandi

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Saya bingung harus memulai dari mana. Tetapi satu hal yang pasti, dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan satu hal: Bang Sandiaga, jangan ingkari janji Anda!

Dua hal yang membuat saya menyampaikan hal ini. Pertama, terkait pernyataan Anda mengenai pengadaan rumah DP 0 rupiah, dan yang kedua adalah sikap Anda terhadap penggusuran di Bukit Duri.

Bacaan Lainnya

Tentu saja, saya terkejut mendengar pernyataan Anda terkait program DP 0 rupiah. Saat Bang Sandi mengatakan, program itu untuk masyarakat berpenghasilan antara Rp 7 hingga Rp 10 juta.

Sedangkan untuk mereka yang berpenghasikan di bawah Rp 7 juta, sedang disiapkan skema kepemilikan rumah lain yang memungkinkan. Sayangnya Anda tak merinci lebih lanjut, skema yang memungkinkan itu seperti apa.

Bagi saya, ini adalah peringatan dini untuk Anies – Sandiaga. Bahwa rumah dengan DP 0 rupiah adalah janji. Ibarat hutang, janji harus dipenuhi – yang akan ditagih hingga mati.

Bang Sandiaga harus ingat, janji DP 0 rupiah tidak hanya untuk mereka yang berpenghasilan di atas 7 juta. Saya ingin tegaskan di sini, salah satu butir kontrak politik dengan Koalisi Buruh Jakarta berbunyi, “Subsidi kepemilikan tempat tinggal murah di DKI Jakarta (Rusunami) untuk buruh yang bekerja dan berdomisili resmi di wilayah DKI Jakarta dengan DP 0 rupiah.”

Dan berbicara tentang buruh, seharusnya seorang Sandiaga Uno tahu, UMK di Jakarta jauh lebih rendah dari itu. Kecuali jika Anda menaikkan upah buruh hingga 7 juta. Saya tahu, ini bukan cicilan 0 rupiah. Soal kemudian ada yang tidak mampu membayar cicilan, karena gajinya yang tidak mencukupi, itu persoalan kedua yang harus dicarika solusi.

Namun demikian, saya masih optimis janji itu akan Anda penuhi. Terlebih ketika Anda memberikan klarifikasi, bahwa pada prinsipnya, Anies – Sandi ingin memberi hunian yang layak kepada masyarakat. Baik itu yang berpenghasilan di bawah atau lebih dari Rp 7 juta.

Seperti janji anda, karena skema final program akan dijelaskan secara gamblang pada Oktober 2017 nanti, sesudah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Saya berharap, akan semakin jelas jika program DP nol rupiah targetnya jelas, untuk masyarakat kelas menengah dan rendah agar bisa memiliki rumah.

Kedua adalah terkait pandangan Anda terhadap penggusuran kampung yang berada di pinggir Kali Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta Selatan pada Selasa (11/7/2017).

“Bukit Duri ini lokasinya memang sudah berulang kali disosialisasikan. Pokoknya kita dukung langkah Pak Djarot dan jajarannya,” kata Anda, sebagaimana dikutip banyak media. Ini bisa ditafsirkan, Anda setuju dengan penggusuran. Mustinya Anda larang Pak Djarot. Katakan pada Gubernur yang sisa jabatannya tinggal beberapa bulan itu. “Jangan gusur sekarang, biar Gubernur baru yang akan menyelesaikan.”

Alih-alih mengatakan itu, Anda justru memberikan dukungan. Tidak ada alasan untuk melakukan penggusuran, meskipun dengan embel-embel akan solusi kepada warga tentang masalah pendidikannya, lapangan kerjanya.

Pimpinlah Jakarta tanpa air mata, bang Sandi. Sebelum ini, kami kaum buruh sudah berkali-kali melakukan aksi terhadap kebijakan Gubernur yang tidak berpihak kepada rakyat.  Kami merindukan pemimpin yang adil dan mengayomi.

Saya sadar, tidak layak menilai kinerja Anda sekarang. Karena, Anda, dilantik pun belum. Tetapi anggaplah ini semacam peringatan dini, dari kami yang merindukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat menjelma nyata. Bukan dalam slogan dan jargon para pemimpinnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *