Insiden Aksi Pengawalan SK UMSK Cilegon, Diminta Penyelesaian Kekeluargaan

Bagikan

Cilegon, KPonline– Demi mencari jalan keluar untuk penyelesaian kasus pelaporan dari salah seorang security di Pintu 1 Krakatau Posko. Dimana dirinya mengaku sebagai korban dari tindakan kekerasan pada saat berlangsungnya aksi pengawalan SK UMSK Cilegon, (20/12/2017), beberapa bulan yang lalu. Serta menindaklanjuti saran dari pihak kepolisian Polres Cilegon, dimana dalam keterangan BAP-nya Senin (12/02/2018), pihak KSPI – FSPMI serta FSP Kep di minta untuk menyelesaikan permasalah tersebut dengan jalan kekeluargaan.

Menyikapi hal itu, Selasa sore (13/02/2018), pihak KSPI – FSPMI bergegas mengunjungi pihak pelapor, untuk bertemu serta menyelesaikan masalah tersebut dengan cara kekeluargaan.

Dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, empat orang perwakilan dari pihak FSPMI mendatangi rumah kediaman orang tua pelapor, di daerah Pintu Air Kubang Welut, Cilegon.

Tujuan kedatangan mereka mengunjungi keluarga pelapor adalah untuk Bersilaturahmi dengan keluarga Pelapor serta mencari informasi dan kebenaran tentang keterlibatan anggota KSPI – FSPMI terkait insiden yang terjadi pada saat aksi Aliansi Buruh Cilegon, beberapa bulan kemarin. Seraya pihaknya meminta maaf atas insiden yang terjadi, apabila ada anggotanya yang terlibat dalam insiden itu. Atas nama organisasi meminta maaf secara langsung kepada keluarga pelapor (yang mengaku sebagai korban). Dan berharap kejadian ini bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.

Ketika dikonfirmasi, pada saat berdiskusi pihak pelapor menyerahkan masalah ini kepada keluarganya, dalam hal ini diwakili oleh orangtuanya (Bapaknya).

Menurut keterangan orang tua pelapor, dimana dia adalah seorang yang dituakan di daerah tersebut, sebagai tokoh masyarakat setempat, serta merupakan salah seorang ketua MUI di kecamatan Ciwandan menjelaskan bahwa dirinya, “Mengapresiasi tentang pergerakan buruh, apalagi ini menyangkut tuntutan perbaikan buat kepentingan buruh khususnya di kota Cilegon.”

Dia juga mengatakan sambil meyakinkan kami bahwa “(Aktipis buruh) ini salah satu bentuk ibadah, yang kalau dilakukan dengan ikhlas maka akan bernilai ibadah dan juga akan mendapatkan pahala yang besar.”

“Sangat disayangkan jika pergerakan buruh ini dinodai dengan insiden seperti yang telah terjadi.” Pungkasnya.

Mendengar keterangan dari keluarga Pelapor, Ismail dari pihak FSPMI Cilegon, kembali meminta kepada pihak pelapor, orang tua, juga keluarganya, agar penyelesaian kasus insiden tersebut bisa secepatnya diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Sementara itu menurut jawaban dari pihak keluarga pelapor terkait masalah ini, “kepastian kelanjutan kasusnya akan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan keluarga besarnya. Dan setelah ada keputusan, barulah pihaknya akan menghubungi pihak FSPMI – KSPI Cilegon.” Ujarnya.

Kontributor Banten, RD Rizal N

Facebook Comments