PT Artana Batam Diduga Ditinggal kabur Pemiliknya

Bagikan

Batam,KPonline – Satu lagi perusahaan di Batam yang di duga di tinggal lari oleh pemiliknya. PT Artana Karya Indonesia yang terletak di Sei Panas Batam, Senin pagi di jumpai karyawannya dalam kondisi acak-acakan dan semua aset perusahaan tersebut telah raib.

Sontak keadaan ini membuat bingung seluruh karyawan yang berjumlah 35 orang. Mereka segera menghubungi HRD perusahaan dan di jawab bahwa perusahaan telah tutup dan seluruh karyawan akan di beri pesangon sebesar 1,5 bulan.

Arif Siregar, ketua PUK Artana menuturkan bahwa tidak ada tanda-tanda perusahaan tersebut akan tutup.

” Hari Senin sampai Jumat kami bekerja seperti biasa, malah hari Sabtu kami kerja lembur sampai jam 9 malam, karena sebelumnya ada tamu dari Singapore dan ada barang yang urgent yang harus segera di kirim” Ungkapnya

“Hari Minggu kami memang libur, dan hari Senin semua mesin dan barang produksi sudah lenyap semua” Tambahnya.

” Siangnya kami menghubungi HRD yang baru bekerja dua minggu, katanya perusahaan telah tutup dan kami hanya di beri pesangon sebanyak 1.5 bulan gaji”

” Kami juga bertanya kemana semua aset di pindahkan? dan untungnya ada salah seorang karyawan yang membantu memindahkan aset tersebut dan ternyata di pindah di kawasan Glory View F No 8 Batam Center ini” Tutur Arif pada KPonline.

Kondisi di dalam area perusahaan yang acak-acakan

Sementara ketua Pimpinan Cabang (PC) SPEE, Mustofa mengatakan bahwa organisasi meminta pemilik perusahaan untuk beritikad baik dan memberikan penjelasan kepada karyawan dan memberikan hak-haknya jika memang benar hendak tutup.

“Kami ingin mengetuk pemilik perusahaan untuk beritikat baik memberikan penjelasan kepada karyawannya sebenarnya apa yang terjadi di perusahaan ini ?” Ungkap Mustofa

“Kita beri waktu 1×24 jam kemarin, dan sampai masa waktu habis kami tidak mendapatkan penjelasan sedang ada apa dengan perusahan ini? Selanjutnya kita juga sudah berkoordinasi dan menyampaikan ke pihak polsek Batam Kota melalui kapolsek Batam Kota atas nasib 35 karyawan yang tidak mendapatkan penjelasan atas hilangnya seluruh aset yang ada dan seluruh managemen tidak ada yang masuk ” Tambahnya

” Dan di saat bersamaan hari ini juga kita meloporkan ke Disnaker kasus yang di hadapi PUK Artana yang ada indikasi ingin menghilangkan hak-hak karyawan”

“Tadi juga melalui bidang Hubungan Industrial Disnaker dan kami di temui  oleh pak Tukiman dan seluruh karyawan Artana.”

Organisasi FSPMI sudah melaporkan kasus ini ke Disnaker Batam

Mustofa menambahkan di saat bersamaan mereka mendapat informasi bahwa barang-barang dari PT Artana pada Minggu malam di pindahkan di ruko kawasan komplek Glory dan saat ini mereka langsung meluncur ke tempat tersebut dan berkoordinasi dengan Polsek Batam Kota untuk mengamankan aset tersebut sampai semua hak karyawan terpenuhi.

Perusahaan yang memproduksi sparepart mobil ini di ketahui telah beroperasi di Batam sejak 2005 dan di miliki oleh seorang warna negara Singapura dan mengatasnamakan perusahaan kepada seorang WNI untuk mempermudah operasionalnya.

Pantauan di lapangan puluhan buruh dari berbagai PUK di Batam mulai berdatangan dan untuk pengamanan aset sendiri pangkorda Garda Metal Batam Suprapto sudah mengintruksikan kepada anggotanya untuk membantu PUK Artana menjaga aset tersebut agar jangan sampai pindah lagi sampai semua hak karyawan terpenuhi (Cucuk/Roy/Nurul)

 

 

Facebook Comments