Ini Tanggapan Tokoh Buruh Jawa Barat Terkait Hasil Pilkada

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 selesai di gelar hari ini Rabu (27/6). Sejumlah lembaga survei hitung cepat (quick count) menempatkan Pasangan Ridwan Kamil dan UU berada di urutan pertama, disusul Ajat Syudrajat – Akhmad Syaikhu di urutan kedua, Dedi Mizwar – Dedi Mulyadi menempati urutan ketiga, dan Pasangan TB Hasanudin-Anton yang di usung PDI-P berada di posisi terbawah.

Meskipun hasil ini adalah versi hitung cepat, namun sejumlah kalangan sudah memprediksi bahwa Pasangan Ridwan Kamil dan Uu hampir dapat dipastikan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Kendati demikian proses penetapan hasil Pilkada masih menunggu versi real count dari KPUD.

Bacaan Lainnya

Tokoh buruh Jawa Barat Obon Tabroni turut berkomentar terkait hasil Pilkada Jawa Barat. Dalam akun facebooknya, Obon mengucapkan terima kasih atas kerja keras kawan-kawan buruh.

“Terima kasih atas kerja keras kawan-kawan, dari data hitung cepat (quick count) pasangan Ridwan Kamil tampaknya menang, disusul Asyik. Bisa dipahami bahwa pasangan ini sudah dikenal sejak 5 tahun lalu. Sementara pasangan Asyik baru beberapa bulan, bahkan dari survei yang ada pasangan Asyik selalu nomor 3 atau 4. Di Bekasi pasangan Asyik menang, di banyak TPS basis kita dulu, tentu dengan tidak mengurangi peran partai pendukung, ada peran kawan-kawan begitu luar biasa dalam mewarnai kemenangan. Meski waktu mepet untuk mengorganisir, tapi kerja kawan-kawan masih terlihat kuat. Ini cerminan kekompakan kita yang terus terjaga dan naluri politik yang terus maju. Kita mungkin akan mempunyai gubernur baru, siapapun yang terpilih sepanjang ingat ke rakyat sekaligus ada buruh di dalamnya penting kita jaga, “ungkap pria yang juga menjadi Deputi Presiden FSPMI ini.

Sementara itu di akun media sosial facebook, ramai-ramai para pendukung Pasangan Asyik dari kalangan buruh mengupload foto jari mereka yang dicelup tinta, pertanda mereka sudah berpartisipasi dalam Pilkada yang digelar secara serentak di 171 daerah di seluruh Indonesia.

(Ed)

Pos terkait