Jakarta, KPonline-Memasuki hari kedua penyelenggaraan Trainers Training Module II (TTM II), peserta dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) kembali mengikuti rangkaian pembelajaran yang difokuskan pada peningkatan kapasitas sebagai fasilitator pendidikan serikat pekerja. Kegiatan ini berlangsung pada 15–18 Juli 2026 di Hotel Acacia, Jakarta, atas kerja sama DTDA Asia, KSPI, dan KSBSI.
Pada hari kedua, materi pelatihan menitikberatkan pada kemampuan menyusun bahan ajar yang efektif, sistematis, dan mudah dipahami oleh peserta pelatihan. Para peserta dibekali teknik mengorganisasi presentasi agar penyampaian materi lebih terarah dan mampu mencapai tujuan pembelajaran.
Selain itu, peserta juga mempelajari penyusunan lesson plan sebagai panduan pelaksanaan sesi pelatihan. Materi ini dipadukan dengan pembahasan mengenai karakteristik pembelajar dewasa (adult learners), sehingga metode yang digunakan dapat menyesuaikan pengalaman, kebutuhan, dan latar belakang peserta pelatihan.
Pembelajaran juga mengulas pentingnya memahami motivasi belajar peserta, menyusun rencana sesi secara terstruktur, serta memilih media dan alat bantu pelatihan yang tepat. Dengan bekal tersebut, calon fasilitator diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan berorientasi pada pencapaian tujuan pelatihan.
Seluruh sesi dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif. Peserta tidak hanya menerima materi dari fasilitator, tetapi juga aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, melakukan simulasi, serta menyusun rancangan pelatihan yang nantinya dapat diterapkan di organisasi serikat pekerja masing-masing.
Pelaksanaan TTM II merupakan bagian dari komitmen bersama KSPI, KSBSI, dan DTDA Asia dalam memperkuat kapasitas organisasi melalui pendidikan yang berkualitas. Program ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pelatih yang memiliki kompetensi dalam mendidik, mengorganisir, dan mengembangkan anggota serikat pekerja.
Dalam pelaksanaan hari kedua, Sih Aryanti dan Dian Yudianingsih bertugas sebagai trainer yang memfasilitasi berbagai sesi pembelajaran, sedangkan Nimfa Atienza sebagai Project Coordinator DTDA Asia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik sesuai tujuan program.
Melalui TTM II, diharapkan semakin banyak fasilitator serikat pekerja yang mampu menyampaikan materi secara efektif, mendorong partisipasi aktif anggota, serta memperkuat gerakan serikat pekerja yang demokratis, inklusif, dan berkelanjutan. Pendidikan yang kuat diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang solid dan mampu menjawab berbagai tantangan dunia kerja.