Hadapi Masa Pensiun, FSPMI Marsol Bekali Anggota dengan Keterampilan

Hadapi Masa Pensiun, FSPMI Marsol Bekali Anggota dengan Keterampilan

Bekasi, KPonline – Bertempat di New Omah Buruh Bekasi, PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia mengadakan pelatihan wirausaha untuk anggota pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas anggota yang digagas pengurus periode 2025-2029.

Pelatihan wirausaha ini diikuti 26 orang anggota dari berbagai departemen di PT Marsol Abadi Indonesia. Mereka dilatih langsung oleh dua mentor berpengalaman, yaitu Ibu Wiwi dan Atep Yulianto.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar memulai usaha, pengelolaan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran produk untuk skala rumahan.

Para peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi juga praktik membuat rencana usaha sederhana yang bisa dijalankan dengan modal terbatas. Dalam sambutannya, Ketua PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia, Budi Lahmudi, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelatihan semacam ini adalah hak anggota yang harus dipenuhi organisasi.

“Dalam periode kepemimpinan saya, anggota harus mendapatkan pelatihan apa pun itu karena anggota telah membayar iuran. Ini bentuk pertanggungjawaban kami sebagai pengurus,” ujarnya di hadapan peserta.

Budi menambahkan bahwa ada perbedaan nyata antara pekerja yang berorganisasi dengan yang tidak. Menurutnya, serikat pekerja tidak hanya bertugas mengadvokasi kasus ketenagakerjaan, tetapi juga wajib memikirkan kesejahteraan jangka panjang anggotanya.

“Anggota harus mendapatkan pelatihan dari organisasi, agar ada pembeda antara yang berorganisasi dan yang tidak. Jangan sampai setelah tidak bekerja lagi, anggota kita bingung mau usaha apa,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya persiapan masa pensiun bagi buruh. Dengan memiliki keahlian wirausaha, anggota diharapkan tetap produktif dan memiliki sumber pendapatan setelah tidak lagi berstatus sebagai pekerja.

“Kita harus sadar, masa kerja itu ada batasnya. Kalau dari sekarang tidak disiapkan, nanti ketika pensiun baru kebingungan. Minimal ada keahlian yang bisa jadi income tambahan,” kata Budi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Antusias peserta terlihat tinggi sejak sesi dibuka. Beberapa anggota aktif bertanya terkait permodalan, cara menentukan harga jual, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi. Mentor Atep Yulianto mengapresiasi semangat peserta yang tidak hanya datang, tetapi benar-benar ingin belajar.

“Banyak yang sudah punya ide usaha, tinggal kita arahkan agar lebih terstruktur. Potensinya besar kalau ditekuni,” jelasnya.

Ibu Wiwi menambahkan bahwa kunci berwirausaha adalah keberanian memulai dari hal kecil dan konsisten. Ia mendorong peserta untuk tidak takut gagal pada percobaan pertama.

“Mulai saja dulu dari yang ada. Dari dapur rumah, dari hobi, nanti pasarnya akan terbentuk sendiri,” pesannya.

PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia berencana menjadikan pelatihan keterampilan sebagai agenda rutin. Selain wirausaha, ke depan akan dijajaki pelatihan lain seperti digital marketing, pengolahan produk makanan, hingga perbengkelan ringan sesuai minat anggota.

“Kami ingin anggota FSPMI itu lengkap. Di pabrik dia solid berjuang, di rumah dia mandiri secara ekonomi. Itu baru namanya kompak, kuat, hebat,” pungkas Budi Lahmudi.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen peserta untuk menindaklanjuti hasil pelatihan dalam bentuk kelompok usaha kecil di lingkungan masing-masing. (Yanto)