Gugatan Pekerja PT. Sipatatex Memasuki Sidang ke 4

Bandung, KPonline – Rabu 31 Januari 2018, sidang ke 4 Gugatan pekerja PT.Sipatatex yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan pihak perusahaan PT.Sipatatex memberi hikmah sebagai catatan dari perjuangan bagi PUK FSPMI PT.Sipatatex yang di pimpin oleh Agusni sebagai Ketua dan Miko sebagai Sekretaris.

Sidang Ke 4 ini adalah penyerahan Duplik oleh pihak perusahaan atas jawaban replik yang di ajukan oleh Hendrawan Wibawa SH.M Hum dan Henny Herliany sebagai tim advokasi PUK FSPMI PT.Sipatatex.

Bacaan Lainnya

Dalam isi duplik yang di serahkan perusahaan PT.Sipatatex tetap membantah fakta-fakta yang sebenarnya terjadi seperti hal nya perihal penandatanganan perpanjangan kontrak.

Miko selaku sekretaris PUK FSPMI PT.Sipatatex menyatakan penandatangan perpanjangan kontrak kerja yang di jalankan oleh perusahaan pada faktanya lebih dari tiga (3) kali dengan rincian per tiga bulan penandatanganan perpanjangan kontrak sebanyak dua kali,kemudian enam bulan sebanyak tiga kali dan seterusnya, belum lagi permasalahan surat perjanjian kontrak yang mana perusahaan tetap menyatakan bahwa surat perjanjian kontrak di berikan kepada pekerja padahal itu semua berbalik dari fakta yg terjadi.

Miko juga menyatakan situasi/keadaan pelaksanaan aturan-aturan kerja di PT.Sipatatex sampai detik ini masih banyak ketidak sesuaian dari ketentuan perundang – undangan yang berlaku, seperti halnya tentang isi dari PKB yang masih banyak Penyimpangan – penyimpangan seperti pemberlakuan upah murah ketika pekerja di pekerjakan pada hari libur resmi, seharusnya pekerja yang di pekerjakan pada hari – hari libur resmi pengusaha wajib membayar upah kerja lembur,belum lagi di bab status hubungan kerja dan pelaksanaan cuti tahunan yang di pandang sangat merugikan pekerja,dan masih ada pasal-pasal lain yang juga di nilai masih menyimpang dari aturan perundang – undangan yang berlaku.

PKB yang di sahkan pada bulan Maret tahun 2017 tatapi sampai detik ini tidak kunjung di berikan pada pekerja seharusnya menjadi pertanyaan bersama ada apa dan kenapa isi PKB itu.

Selain hal – hal di atas Miko juga menyampaikan keinginannya pekerja – pekerja di PT.Sipatatex berani dan ada kemauan membuka dirinya untuk mau berdiskusi dengan Serikat agar lebih memahami tentang sebuah aturan Ketenaga kerjaan kita juga harus merubah mainset cara berfikir bagaimana pekerja memposisikan dirinya agar tidak menjadi babu atau anak yang mana perusahaan itu di anggap seorang ayah atau majikan, karena hubungan pekerja dan pengusaha itu adalah hubungan hukum yang mana kedua belah pihak terikat oleh aturan – aturan hukum.

Pos terkait