Surabaya KPonline – Semangat demokrasi dan solidaritas antarpekerja kembali terlihat dalam persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) II Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) Kota Surabaya yang berada di bawah naungan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia. Rapat panitia Muscab II digelar pada 12 Mei 2026 di kantor DPW FSPMI Jawa Timur, Simo Pomahan, Surabaya.
Rapat tersebut membahas berbagai persiapan penting menjelang pelaksanaan Muscab, termasuk proses penjaringan calon Ketua PC SPLP FSPMI Kota Surabaya. Dari hasil penjaringan yang dilakukan pada 7 Mei 2026, dua kandidat, yakni Vincent Anjar Lesmana dan Nuriadi, memperoleh dukungan suara yang berimbang sehingga belum menghasilkan keputusan bersama.
Untuk menjaga nilai demokrasi organisasi dan menghormati suara anggota, panitia Muscab sepakat melaksanakan voting atau pemungutan suara ulang. Pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di kantor DPW FSPMI Jawa Timur.
Salah satu kandidat ketua, Nuriadi, menyampaikan harapannya agar siapapun yang terpilih nantinya mampu membawa semangat baru bagi SPLP Surabaya.
“Siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PC SPLP Surabaya memiliki amanah besar untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan anggota. Kami membawa semangat BANGKIT, yaitu Bersama Anggota Kita Tertahta,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi agar seluruh program perjuangan dapat berjalan secara terarah dan penuh semangat.
“Bersama anggota kita harus terarah, terukur, dan termotivasi. Dengan kerja sama dan rasa cinta terhadap organisasi, tidak ada perjuangan yang terasa berat,” tambahnya.
Semangat perjuangan itu juga disampaikan melalui yel-yel yang menggambarkan kekompakan para anggota SPLP Surabaya.
“Logam… Kompak
Pertambangan… Kuat
Logam Pertambangan… Kompak Kuat Hebat
SPLP Suroboyo… BANGKIT!”
Keputusan melakukan voting ulang menjadi bukti bahwa organisasi serikat pekerja menjunjung tinggi prinsip musyawarah, keterbukaan, dan demokrasi dalam menentukan kepemimpinan. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap anggota memiliki hak yang sama dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Selain membahas proses pemilihan ketua, rapat panitia juga memastikan seluruh persiapan teknis Muscab terus dimatangkan agar kegiatan berjalan tertib, lancar, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin kuat.
Muscab bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi perjuangan buruh untuk memperkuat perlindungan hak-hak pekerja. Melalui serikat pekerja seperti FSPMI, para buruh memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan kesejahteraan, hingga mempererat solidaritas antaranggota.
Keberadaan serikat pekerja juga dinilai penting dalam menciptakan hubungan industrial yang lebih adil dan seimbang antara pekerja dan perusahaan. Karena itu, keterlibatan aktif pekerja dalam organisasi serikat menjadi langkah penting untuk membangun kekuatan bersama demi masa depan buruh yang lebih baik.


