FSPMI Labuhanbatu, Laporkan PT JSAR STA GROUP Ke Polres Labuhanbatu

  • Whatsapp

Rantauprapat,KPonline – Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Labuhanbatu Induk, hari ini Senin (10/08) melalui Surat tertulis melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan PT Jaya Selamat Abadi Raya (PT JSAR) Sumber Tani Agung (STA) Group, ke Polres Labuhanbatu dan Unit Pelayanan Teknis Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Wilayah-IV (UPT.Wasnaker Provsu Wil-IV)

Hal ini dikatakan oleh Wardin Ketua KC FSPMI Labuhanbatu kepada Watawan Senin (10/08) saat dikonfirmasi di Sekretariat FSPMI Rantauprapat.

Bacaan Lainnya

“Pelaporan ini terkait dengan dugaan penipuan dan/atau penggelapan upah yang dilakukan management PT JSAR STA Group Kebun Aek Kota Batu Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, kepada Yeni Buruh perempuan dengan jabatan membrondol buah kelapa sawit”sebutnya.

Lebih lanjut Wardin mengatakan “Perbuatan yang dilakukan oleh management PT JSAR, STA Group kepada Yeni sangat tidak manusiawi, dan bisa diteruskan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebab kejahatan ketenagskerjaan itu berhubungan erat kepada kejahatan dan/atau pelanggaran HAM.” terangnya.

Masih kata Wardin” Selain permasalahan ini kami juga akan melakukan penerlusuran apakah STA Group sudah menjadi anggota Roundtaible on Sustainable Palm Oil (RSPO), dan Indonesian Sustainability Palm Oil (ISPO), dan kalau belum maka kami akan mencari tahu kepada siapa produksi Crude Palm Oil (CPO)nya dijual, agar kami segera membuat laporan komplainnya ke RSPO dan ISPO” beber Wardin.

Permasalahan dugaan tindak pidana kejahatan ketenagakerjaan ini sebelumnya sudah tayang di media sosial accunt Facebook Nangin. yang menjelaskan “Info FSPMI Labuhanbatu”

Berdasarkan data slip gaji Buruh Perempuan An.Yeni dari PT Jaya Selamat Abadi Raya.STA Group, upahnya sebulan hanya dibayar Rp 175.000.( Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) bekerja sejak Tahun 2016 – 2019.

Pertanyaannya dimana keberadaan negara untuk melindungi rakyatnya, apa para pejabat sudah tuli dan buta matanya sehingga tidak pernah tahu kalau ada perusahaan perkebunan yang memperlakukan pekerjanya sangat tidak manusiawi.

Permasalahan ini sudah dilaporkan ke Wasnaker Provinsi Sumatera Utara Wilayah-IV. pada tanggal 01 Juni 2020,

Senin 10 Agustus 2020 PC FSPMI Labuhanbatu segera melaporkannya ke Polres Labuhanbatu.

“Kami tidak pernah melarang pengusaha untuk berusaha dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, yang kami minta, didalam menjalankan usaha patuhi semua ketentuan hukum yang berlaku di Negeri ini, sebab negeri kami Republik Indonesia adalah negeri yang merdeka dan berdaulat, menjunjung tinggi hukum dan HAM”

Jangan suka- suka kalian menjadikan anak negeri ini sebagai budak untuk meraup keuntungan.(Anto Bangun)

Pos terkait