FSPMI Bandung Raya Persiapkan Aksi Massive Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003

Bandung,KPonline “Sudah jatuh tertimpa tangga pula”,salah satu pribahasa yang relevan untuk menggambarkan kondisi buruh pada saat ini.Setelah terbitnya PP 78/2015 tentang pengupahan yang sangat menyengsarakan,kini mencuat kepermukaan rencana revisi UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan, pelak ini menjadi mimpi buruk sekaligus menjadi pertanda “kiamat” bagi buruh.

Untuk itu Konsulat Cabang (KC) FSPMI Bandung Raya Rabu (14/8/2019) mengadakan rapat terkait aksi penolakan tentang revisi Undang – undang tersebut. Rapat dipimpin langsung oleh ketua Konsulat Cabang (KC) Jujun Juansah. Dia mengatakan dalam sambutanya, Aksi yang akan kita gelar ini adalah aksi yang menyangkut perut kita,dan kita akan melakukan aksi ini secara massive.”ujarnya.

Bacaan Lainnya

Aksi penolakan revisi Undang – Undang no.13/2003 ini akan diadakan di depan kantor DPRD Kota Cimahi pada tanggal 20 Agustus 2019 yang akan dihadiri juga oleh masa aksi dari berbagai Serikat Pekerja yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Cimahi.

Meskipun pada hari Rabu 14/08/2019 kita para pimpinan Aliansi SP/SB Cimahi telah di panggil oleh wali kota langsung untuk beraudensi dan kita sudah meminta agar Pemerintah daerah Cimahi untuk membuat surat rekomendasi penolakan atas revisi Undang – Undang 13/2003 yang nanti akan disampaikan kepada Pemerintah provinsi dan pusat.”sambungnya.

Hadir juga Pangkoorda Garda Metal FSPMI Bandung Raya Yayan Mulyana.Jangan hanya gahar di media sosial menggaungkan penolakan dan seolah – olah sangat militan,tapi buktikan pada aksi nanti hadir.”tegas nya.

Setelah rapat selesai kemudian dilanjutkan dengan acara do’a bersama untuk mendoakan Almarhum Taupik kader FSPMI Bandung Raya yang mengalami tragedi kecelakaan lalu lintas yang terjadi 3 hari yang lalu.

Selamat berjuang kaum buruh, revisi Undang-Undang 13/2003 adalah bencana bagi buruh dan apabila ini terjadi maka genderang perang bagi buruh telah ditabuh.

Revisi ini bisa saja terjadi melihat revisi ini sudah menjadi prioritas dalam program legislasi nasional (PROLEGNAS) pemerintah saat ini.

Jangan lengah,jaga kekompakan,tetap semangat satukan ide,gagasan dari semua elemen buruh.Karena pengusaha bersama para kapitalis sudah bergerilya merajuk pemerintah agar revisi-revisi yang mereka anggap duri segera diubah.

Tapi ingat, “kami pun bisa mematikan mesin”.*(zenk/Bandung)

Pos terkait