Filmya Bagus ya, Ambu? Padahal di Tenda Juang Ini Kami Menunggumu Hingga Larut Malam

Purwakarta, KPonline – CGV Cinemas Indonesia kini hadir di Kabupaten Purwakarta. CGV Cinemas merupakan sarana hiburan bagi keluarga dalam bentuk bioskop yang katanya sudah sangat ditunggu oleh warga kabupaten Purwakarta.

Terletak di Kawasan Sadang Terminal Square Sadang-Purwakarta, Rabu 12 Desember 2018, CGV Cinemas Indonesia resmi dibuka. Itu tandanya, CGV Cinemas Indonesia telah bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat, terutama masyarakat Purwakarta.

Bersamaan dengan hal tersebut, tentu sangat menggembirakan hati pekerja PT Dada Indonesia. Namun bukan untuk hiburan, tetapi untuk sebuah kepastian sikap serta tindakan pemerintah Kabupaten Purwakarta atas permasalahan hubungan industrial dengan PT Dada Indonesia.

Setelah dua kali bersilahtuhrahmi ke Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta untuk minta pertolongan kepada kepala Pemerintahan Daerah tersebut, orang nomor satu di Purwakarta belum sempat menemui pekerja emak-emak PT Dada Indonesia.

Maka dari itu Ambu Ane Ratna Mustika sangat diharapkan sekali kehadirannya oleh pekerja emak-emak PT Dada Indonesia ke tenda juang emak-emak. Selagi CGV Cinemas Indonesia, yang dimana lokasi tersebut ternyata berseberangan dan hanya dibatasi oleh jalan raya Provinsi Sadang-Cikampek Purwakarta Jawa Barat.

Waktu pun terus bergulir dan beranjak pergi menuju malam hari. Kehadiran Ambu Ane ke tenda juang pekerja emak-emak PT Dada Indonesia yang tadinya sangat diharapkan, kembali tidak terpenuhi.

Entah bagaimana kelanjutan nasib pekerja emak-emak PT Dada Indonesia, terkait hak atas pesangon yang hingga saat ini belum mereka dapatkan.

Peran serta dinas terkait dan pemerintah daerah kabupaten purwakarta tentu sangat berperan dalam menyelsaikan permasalahan yang terjadi antara pekerja dan pengusaha PT Dada Indonesia.

Padahal sudah jelas ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh PT Dada Indonesia, setelah mereka menutup pabriknya pada 31 oktober 2018, hingga hari ini para pekerjanya belum mendapatkan uang pesangon.

Atas hal tersebut bila dikaitkan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, ada indikasi pelanggaran terhadap Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,pasal 156 ayat satu yang berbunyi: “Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.”

Lalu bilamana perusahaan pailit,berlanjut pada pasal 95 ayat 4 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, seharusnya pekerja emak-emak PT Dada Indonesia diutamakan dalam mendapatkan pesangonnya,seperti apa yang sudah dijelaskan dalam pasal tersebut dan berbunyi : “Dalam perusahaan dinyatakan pailit atau dilikuidasi berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, maka upah dan hak-hak lainnya dari pekerja/buruh merupakan utang yang didahulukan pembayarannya.

Aneh ternyata, untuk hal hiburan Bupati Purwakarta bisa hadir untuk meresmikannya, akan tetapi untuk urusan yang mungkin lebih penting dan terkait dengan keberlangsungan hidup para pekerja PT Dada Indonesia, beliau berhalangan hadir.