Eka Hernawati, Caleg Perempuan Dari Buruh Mojokerto

  • Whatsapp

Mojokerto, KPonline – Banyak yang beranggapan bahwa kaum buruh adalah kaum pinggiran. Mereka sering kali cuma dijadikan komoditas politik dan kepentingan sesaat. Peranan mereka dalam peta perpolitikan dan wawasan ketatanegaraan acap kali dipandang sebelah mata.

Akan tetapi bagi kaum buruh yang telah bergabung dalam organisasi, sesungguhnya mereka jauh lebih bermartabat dan berpendidikan daripada mereka yang tidak ikut dalam organisasi atau masyarakat awam.

Karena dengan membangun organisasi mereka ditempa, dididik dan diajarkan untuk memperjuangkan hak-hak sosial warga negara dan menjadi pembela dari kaum yang lemah.

Otomatis dengan sendirinya mereka memahami tata perundangan, tatanegara dan sistem pemerintahan.

Eka Hernawati, salah satu aktivis buruh Mojokerto yang telah lama malang melintang dalam dunia perburuhan, membulatkan tekad mengikuti pemilihan calon legislatif Kabupaten Mojokerto.

Eka Hernawati ditunjuk oleh organisasi sebagai kader dari serikat pekerja mewakili masyarakat untuk duduk sebagai anggota legislatif di Kabupaten Mojokerto yang diusung dari Partai Keadilan Sejahtera dengan nomor urut 2.

Dalam acara konsolidasi politik di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto (20/01/2019), dihadapan massa pendukungnya Eka menyampaikan, ” Wakil rakyat itu adalah pelayan masyarakat. Jadi harus bisa betul-betul mendengarkan penderitaan dan keinginan masyarakat.”

“Kita kaum buruh pasti sudah merasakan pahit manisnya kebijakan pemerintahan. Ini saatnya kita menyuarakan aspirasi kita, bukan cuma diambil suaranya saja,” lanjutnya.

Area pemilihannya meliputi dapil​ 1 yaitu Kecamatan Pungging, Ngoro dan Mojosari, yang mayoritas terdiri dari kaum buruh. Baik itu pekerja pabrik di sekitaran kawasan Ngoro Industrial Park, buruh tani di area Pungging maupun pekerja jasa di area Mojosari.

Selama ini Eka Hernawati berkiprah di organisasi FSPMI KSPI. Sosoknya cukup dikenal diberbagai kalangan karena sifatnya yang luwes, lincah dan tegas. Selain itu sering kali ia bersinggungan dengan berbagai pihak, baik itu saat menggelar aksi demonstrasi, melakukan kegiatan sosial maupun mengikuti undangan acara lainnya.

Di Mojokerto FSPMI KSPI sedikitnya mempunyai anggota 10.000-an pekerja. Dengan konstituen sedemikian, kemungkinan terpilihnya Eka Hernawati menjadi wakil di parlemen cukup besar, tinggal komitmen dan kontribusi dari kaum buruh di Mojokerto.

Salah satu tim pemenangannya, Sugiyanto menyampaikan kepada khalayak, “Mari warga Mojokerto kita pilih wakil rakyat yang benar-benar mengerti dan memahami kondisi rakyat kecil. Sebab kaum buruhlah motor pembangunan dan penopang perekonomian. Jangan sampai 5 tahun ke depan kita salah pilih dan cuma jadi korban.”

Kontributor Mojokerto
Hermanto “Paman”