Dukung Demo KSPI, Gerindra : Tampang Petani, Kebijakannya Merugikan Petani

  • Whatsapp

Jakarta,KPonline – Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tidak gentar meski sayap Nasdem yakni Gerakan Massa Buruh Nasdem mengirim somasi terbuka kepada Presiden KSPI Said Iqbal.

“Kami memutuskan untuk tetap melakukan aksi tersebut. Kami punya harapan pada Nasdem yang membawa jargon restorasi perubahan agar tidak anti kritik dan mau mendengarkan aspirasi rakyat yang mengkritik menteri perdagangan yang juga merupakan kader Partai NasDem,” kata Kepala Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyono, dalam pesan elektronik yang dipancarluaskan, Minggu (30/9).

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, aksi 1 Oktober yang juga bakal diikuti massa FSPMI di Kantor DPP Nasdem meminta agar partai asuhan Surya Paloh itu memanggil dan meminta penjelasan kepada Enggartiasto Lukita terkait kebijakan impor pangan yang tetap dilakukannya.

“Tidak ada maksud kami ingin membuat sesuatu yang merugikan Partai Nasdem sebagaimana yang disampaikan oleh Gerakan Massa Buruh Nasdem dalam somasinya,” kata Kahar.

Dia tegaskan, aksi 1 Oktober adalah aksi damai. Mereka ingin memberikan kontribusi pemikiran kepada Nasdem sebagaimana slogan restorasi perubahan yang dijunjungnya terkait kebijakan impor yang merugikan rakyat. Impor beras misalnya, dilakukan di saat stok beras di dalam negeri sedang surplus.

“Aksi kami ke Kantor DPP Nasdem dilakukan karena menteri perdagangan berasal dari kader Nasdem. Kami berpendapat, kebijakan impor tersebut merugikan buruh, petani, dan rakyat kecil,” jelas Kahar.

Selain ke Kantor Nasdem, unjuk rasa juga dilanjutkan ke Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Istana Merdeka. Target aksi sekaligus untuk menolak rencana kegiatan konvensi internasional Annual Meeting IMF-World Bank yang akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober.

Selain mengenai impor, mereka juga ingin menyampaikan aspirasi kepada Nasdem agar tidak mengkriminalisasi Rizal Ramli. Kritik ekonom senior Indonesia itu kepada kader Nasdem yang juga menteri perdagangan adalah membangun. Kritik disampaikan sesuai dengan keilmuan Rizal Ramli.

“Kami buruh Indonesia mengharapkan kerendahan hati Partai Nasdem untuk tidak meneruskan persoalan hukum Rizal Ramli maupun melakukan somasi terhadap pimpinan FSPMI-KSPI dan masyarakat sipil lainnya yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada Partai Nasdem,” demikian Kahar

Sementara Partai Gerindra mendukung rencana aksi demonstrasi buruh yang dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ke DPP Partai NasDem, Senin (1/10/2018).

Rencananya, ribuan buruh bakal berunjuk rasa terhadap kebijakan impor beras yang dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang merupakan kader NasDem. Kebijakan ini dinilai tidak tepat ditengah kondisi stok beras dalam negeri sedang berlebih.

“Secara teknis kita nggak tahu (mendukung), tapi idenya kita setuju,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra Habiburrokhman saat ditemui di Gelanggar Remaja Rawamangun Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Menurutnya, apa yang bakal dilakukan kaum buruh itu merupakan hal yang wajar. “Wajar kebijakan impor beras itu dipersoalkan,” nilai Habiburrokhman.

Ia juga mengatakan, sosok pemimpin negara ini bukan hanya orang yang terlihat sederhana tapi tidak mampu menyelesaikan masalah terutama dalam bidang pangan.

“Jangan sampai ada pemimpin yang dekat dengan petani, tampangnya mirip petani ternyata kebijakannya merugikan petani,” tegasnya.

 

Pos terkait