Di Tengah Berbagai Kritik, Said Iqbal Dinilai Mampu Buktikan Kinerja sebagai Penasihat Presiden RI

Di Tengah Berbagai Kritik, Said Iqbal Dinilai Mampu Buktikan Kinerja sebagai Penasihat Presiden RI

Purwakarta, KPonline-Sosok Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, belakangan menjadi perhatian publik. Di tengah dinamika yang terjadi di internal organisasi serikat pekerja, mulai dari dikeluarkannya salah satu pengurus pimpinan pusat serikat pekerja anggota (SPA) dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hingga mundurnya Sekretaris Jenderal Partai Buruh karena perbedaan pandangan, Said Iqbal tetap menjadi figur yang menuai beragam respons.

Meski menghadapi kritik bertubi-tubi, sejumlah kalangan di FSPMI, diantaranya Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta, Fuad BM menilai Said Iqbal justru mampu menjawab berbagai keraguan melalui langkah-langkah nyata dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh.

Berbagai persoalan ketenagakerjaan yang selama ini menjadi perhatian serikat pekerja dinilai mulai mendapatkan ruang penyelesaian melalui komunikasi yang dibangun dengan pemerintah.

Fuad mengungkapkan, selain memperjuangkan aspirasi buruh, Said Iqbal juga dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Pendekatan tersebut dianggap penting untuk mencari solusi atas berbagai persoalan hubungan industrial.

“Faktnya, setelah bertemu dengan pihak pengusaha bersama Indah Anggoro Putri (Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Ditjen PHI dan Jamsos)) di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker). Said Iqbal mampu membatalkan PHK 4000 pekerja PT. feng Tay,” ujarnya.

Fuad BM saat diwawancara berbagai media di kawasan wisata Situ Buleud Purwakarta

Fuad BM menilai kritik merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan organisasi maupun politik.

“Setiap pohon yang semakin tinggi tentu akan menghadapi terpaan angin yang semakin kencang. Begitu pula seorang pemimpin yang memiliki pengaruh besar akan selalu menghadapi berbagai kritik dan perbedaan pendapat,” ujarnya.

Menurut Fuad, hingga saat ini Said Iqbal justru semakin menunjukkan peran strategisnya dalam menjembatani berbagai kepentingan di bidang ketenagakerjaan. Kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya sebagai Penasihat Khusus Presiden dinilai mampu dijalankan dengan baik.

Ia juga mengatakan bahwa dalam setiap pengambilan keputusan, Said Iqbal tidak bertindak secara sepihak, melainkan selalu membangun koordinasi dengan para menteri terkait di Kabinet Presiden Prabowo. Sikap tersebut dinilai mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik sekaligus komitmen untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional.

Karena itu, kata Fuad, penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dinilai sebagai keputusan yang tepat. Pengurus dan kader FSPMI serta Partai Buruh menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai langkah dan kebijakan yang ditempuhnya dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh Indonesia.

“Maju terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh Indonesia,” tutup Fuad.