Dedikasi dan Tanggung Jawab, Itu yang Paling Penting

  • Whatsapp
Yuliani Rusdiana (staff administrasi PC SPEE FSPMI Bekasi)

Bekasi, KPOnline – Saat ini semua orang tahu kalau FSPMI itu adalah serikat buruh terkuat di tanah air. Semua orang juga tahu kalau Bekasi merupakan daerah dengan basis massa terbesar FSPMI. Namun, tahukah anda ada sosok wanita yang mungkin terlupakan dibalik besarnya FSPMI di Bekasi?

Tersebutlah seorang perempuan bernama Yuliani Rusdiana, berasal dari Utan Kayu, nama sebuah wilayah di pinggiran Jakarta Timur, lahir 27 Juli, namun ia enggan menyebut tahunnya. Sosok wanita yang bertanggung jawab terhadap administrasi kantor KC/PC FSPMI Bekasi, khususnya di sektor elelektronik elektrik.

Bacaan Lainnya

Berasal dari keluarga sederhana namun religius. Keluarga kecil yang beranggotakan 5 orang, ayah, ibu dan 3 orang anak. Ani, demikian ia sering disapa cuma memiliki 2 orang saudara kandung, 1 wanita dan 1 pria. Tak heran Ani begitu mencintai keluarganya.

Namun malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Saat Ani berusia masih sangat muda sang ayah yang teramat dicintai harus pergi memenuhi panggilan ilahi. Tinggallah sang ibu dengan segala upaya berusaha membesarkan anak-anaknya.

Yuliani Rusdiana (staff administrasi PC SPEE FSPMI Bekasi)
Yuliani Rusdiana (staff administrasi PC SPEE FSPMI Bekasi)

Kenangan masa kecil sangat membekas dalam hati Ani. Ia teringat saat-saat itu, saat ibunya seorang diri berusaha menjadi seorang ibu yang baik, disaat yang sama berusaha menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab mencari nafkah demi keluarganya.

Kenangan suka dan duka dari masa kecil menjadi semacam “cetakan” membentuk karakter wanita yang kita kenal saat ini. Sosok wanita yang ramah, hangat dan bersahaja. Namun disaat yang sama bisa berubah menjadi seorang wanita yang teguh, keras dan terkesan galak, bahkan ada yang menyebut judes, setidaknya begitu penilaian dari teman-teman PUK di Bekasi.

Terhadap penilaian ini, Ani punya jawaban sendiri. “Bung kalau saya terkesan galak ini demi kebesaran organisasi (FSPMI) kita. Terkadang ada teman-teman PUK yang kurang disiplin sehingga tidak sesuai dengan aturan yang sudah disepakati. Saya galak aja masih ada yang kurang disiplin, bayangkan kalau saya tidak galak, ” ujar Ani balik bertanya.

Namun saat menjawab pertanyaan tentang kesan judes, sambil terkekeh Ani menjawab pendek, “kalau itu mahh bawaan orok, he he he”. Pun demikian banyak orang yang mengakui etos kerja seorang Ani yang tak kenal lelah, menjadi salah satu faktor penting eksistensi FSPMI di Bekasi. Bagi Ani terlahir sebagai wanita bukan alasan tidak mampu berbuat maksimal. Jelas, ia belajar dari sang ibu.

Serikat pekerja bukan dunia baru bagi wanita ini. Di awal-awal kelahiran FSPMI, medio awal tahun 2000an, Ani sudah menjadi Koordinator Lapangan (Korlap) FSPMI di PT. Sony Electronik Indonesia (SEI) Bekasi. Jabatan ini dipercayakan padanya hingga perusahaan tutup.

Tawaran untuk membantu administrasi di PC EE FSPMI Bekasi langsung diterima. Mulailah sejak tahu 2003 hingga saat ini, Ani ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan administrasi, khususnya di PC EE FSPMI Bekasi. Pernikahannya tahun 2013 tak membuat penggabdiannya terhenti.

Begitu besar cintanya kepada FSPMI membuat Ani tak pamrih dalam 14 tahun lebih pengabdiannya. “Full timer” terbaik yang dimiliki FSPMI, banyak yang menyebut demikian. Cekatan, cermat dan teliti jadi jaminan setiap pekerjaan yang diembannya.

Apa rahasianya? Ani tak punya jawaban pasti, namun menurutnya tanggung jawab dan dedikasi itu yang paling penting. Diakhir perbincangan, Ani berharap dimasa depan FSPMI semakin jaya. “FSPMI harus selalu dan terus menjadi barometer gerakan buruh di Indonesia”, harap Ani diakhir pembicaraan. *Msk*

Pos terkait