Deadlock, PT. Lelco Trindo Nusantara Tetap PHK 11 Anggota FSPMI

  • Whatsapp

Tangerang, KPonline – Kian hari dampak pandemi virus Covid-19 terus mengalami peningkatan, contohnya dalam kasus dunia usaha yang terus mem-PHK pekerjanya di beberapa perusahaan dari berbagai sektor.

Yang sebelumnya sempat viral di akun media sosial, pabrik yang memproduksi Sepatu ternama di kawasan Industri Jatake, Tangerang secara terang-terangan mem-PHK ribuan karyawannya.

Kini kasus PHK sepihak kembali terjadi, di kawasan industri Jatake, yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

PT. Lelco Trindo Nusantara yang bergerak di sektor usaha industri peralatan penerangan listri-non listrik, mem-PHK sebanyak 11 pekerjanya yang merupakan anggota dari serikat pekerja.

Kondisi di depan pintu gerbang PT.Lelco Trindo Nusantara, terlihat aman dan kondusif

Ketua Pimpinan Cabang SP Logam FSPMI Kota/Kab Tangerang dan Tangerang Selatan yang juga menjabat sebagai Direktur LBH FSPMI Propinsi Banten, Sopiyudin Sidik, membenarkan adanya kasus PHK yang menimpa anggotanya. Saat dihubungi melalui pesan singkat via WhatsApp hari Rabu pekan lalu.

“Iya benar, saat ini ada beberapa laporan yang kami terima, bahwa adanya perusahaan mem-PHK dimana mereka adalah anggota kami dari FSPMI Tangerang. Kami sesali sikap perusahaan yang mem-PHK pekerja di tengah situasi Pandemi Covid-19”. Kata Sopi

Dari data laporan yang kami terima salah satunya dari pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPL FSPMI PT. Lelco Trindo Nusantara pertanggal 27 Mei 2020, perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak sebanyak 11 pekerja dan mereka adalah anggota kami (FSPMI.red) Terangnya

Sopi menegaskan, Kasus ini akan tetap terus kami kawal dan melihat perkembangan selanjutnya, apakah perusahaan ada itikad baik atau tidak sama sekali.

Kami masih membuka kesempatan lebar-lebar untuk melakukan pertemuan dengan management melalui Bipartit, jika memang mereka ada itikad baik. Ungkap Sopi

Kalo, tidak, kasus ini akan kami selesaikan ke proses Perselisihan Hubungan Industrial (PHI). Lanjutnya

Dari hasil perundingan Bipartit ke-3, yang diadakan di Ruang Meeting Area Perusahaan PT. Lelco Trindo Nusantara. Jumat siang tadi (19/06)

Perundingan tidak mendapatkan titik temu, PHK terhadap 11 anggota PUK SPL FSPMI PT. Lelco Trindo Nusantara tetap dilakukan oleh pihak perusahaan dengan pendapatnya, sehingga perundingan Bipartit dinyatakan Gagal berunding atau disebut Deadlock.

Ketua PUK SPL FSPMI PT. Lelco Trindo Nusantara Enda Srinenda, menyampaikan kami sangat menyayangkan pihak perusahaan tetap dengan pendapatnya. Padahal kami sudah memberikan beberapa opsi, agar perusahaan menghindari terjadinya PHK. Kata Enda

Enda pun menyesalkan keputusan perusahaan, karyawan outsourcing dan PKWT masih tetap bekerja tapi karyawan yang sudah lama bekerja atau karyawan tetap di PHK.

Ini pasti ada indikasi, menurunkan cost perusahaan salah satunya membayar upah murah dan tanpa adanya jaminan sosial bagi pekerja. Tambahnya

Proses selanjutnya yang akan ditempuh mengikuti mekanisme peraturan yang diatur dalam UU No.2 Tahun 2004 dan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003. Pungkasnya

Terpantau hingga sore tadi kondisi di depan perusahaan, terlihat aman dan kondusif. Masa buruh dari berbagai sektor, terus berdatangan untuk memberikan dukungan dan semangat kepada kawan-kawannya sebagai bentuk solidaritas.

Penulis : Chuky