Daryus: Kita Galang Dana Untuk Nazriel Penderita Atresia Bilier Dari Bekasi

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Daryus, Direktur Advokasi dan Relawan Jamkeswatch nasional memberikan beberapa informasi dan arahan terkait beredarnya berita di media online maupun media sosial terkait kondisi bayi Nazriel Kurniawan Saputra (5 bulan) penderita atresia bilier yang saat ini sedang dirawat intensif di IGD RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Daryus menjelaskan, atresia bilier adalah kondisi tertutupnya saluran empedu pada bayi yang baru lahir. Meskipun kondisi ini jarang terjadi, atresia bilier termasuk kondisi serius yang berbahaya. Pada bayi dengan atresia bilier, cairan empedu tidak bisa mengalir ke usus karena tertutupnya saluran tersebut. Akibatnya, cairan empedu menumpuk di dalam hati. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan hati. Sehingga terbentuk jaringan parut (fibrosis), yang bisa mengakibatkan sirosis. Tertutupnya saluran empedu ini dapat terjadi ketika masih di dalam organ hati maupun ketika sudah keluar dari organ hati.

Bacaan Lainnya

Bayi dengan atresia bilier akan terlihat normal saat lahir, namun pada minggu kedua atau ketiga setelah dilahirkan, bayi akan mengalami penyakit kuning. Berat badan bayi juga masih normal selama satu bulan setelah dilahirkan, namun kemudian akan mulai menurun. Penyakit kuning yang dialami seiring waktu juga akan bertambah parah.

Untuk pendampingan di rumah sakit sedang dilakukan advokasi Jamkeswatch Bekasi Utara bekerjasama dengan Jamkeswatch DKI Jakarta untuk dipantau lebih lanjut perkembangan kondisi ke depan.

Pasien anak Nazriel Kurniawan Saputra ini merupakan anak dari Endang Saputra yang beralamat di kampung Pendayakan RT. 009/005 desa Muara Bakti, kecamatan Babelan, kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Pasien Nazriel ada jaminan dengan KIS, namun demikian banyak biaya lain untuk mengejar kondisi kesehatan pasien tersebut seperti susu yang tidak di cover BPJS, pampers dan lain lain. Juga persiapan biaya transplantasi yang tidak sedikit.” jelas Daryus.

Selain itu, Daryus juga memberikan arahan agar kawan buruh FSPMI KSPI beserta Garda Metal khususnya untuk melakukan koordinasi untuk mengupayakan semacam penggalangan dana bagi pengobatan pasien dan operasional keluarga selama di rumah sakit. Hal ini ia sampaikan dalam diskusi WAG bersama Garda Metal DKI semalam (27/12).

“Awal tahun 2020 kita gerak melakukan penggalangan dana dari kawan kawan buruh dam masyarakat luas yang berkenan membantu meringankan kondisi Nazriel saat ini,” paparnya.

(Jim).

Pos terkait