Cikarang,KPOnline- Puluhan anggota Serikat Pekerja PUK SPEE FSPMI PT Omron Manufacturing of Indonesia menghabiskan akhir pekan mereka dengan cara yang berbeda. Alih-alih menjalankan rutinitas organisasi seperti rapat atau perundingan, mereka belajar mengoperasikan kamera, menulis berita, hingga berbicara di depan publik dalam Pelatihan Media yang digelar pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PUK Omron menyiapkan generasi media organisasi yang mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan menarik kepada anggota.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FSPMI. Selanjutnya, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Sosial Ekonomi PUK Omron, Damin, menyampaikan bahwa pelatihan media merupakan amanat Rapat Kerja Unit Kerja (Rakernik) yang sempat tertunda sejak tahun 2025.
“Harapannya, pelatihan ini menjadi langkah awal pembentukan Tim Media PUK Omron,” ujar Damin dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Ketua PUK Omron, Jatmiko Nurkholis, yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa media saat ini memiliki peran strategis dalam kehidupan organisasi. Menurutnya, keberadaan tim media diperlukan untuk menjembatani komunikasi antara pengurus dan anggota.
“Tim Media harus menjadi motor kegiatan organisasi dan jembatan komunikasi antara pengurus dengan anggota. Informasi yang baik akan membuat anggota semakin memahami dan terlibat dalam organisasi,” tegasnya.
Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari anggota PUK Omron. Kegiatan juga dihadiri lima perwakilan Bidang Informasi dan Komunikasi dari PC SPEE FSPMI Kabupaten dan Kota Bekasi, serta perwakilan pengurus dan biro dari Bidang Pendidikan dan Bidang Informasi dan Komunikasi.

Untuk memperkuat kemampuan peserta, panitia menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman di bidang media dan jurnalistik.
Materi pertama disampaikan oleh Edy Purnomo, anggota Media Perdjoeangan FSPMI dan fotografer profesional bersertifikasi BNSP. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman dasar fotografi, mulai dari ISO, shutter speed, perbedaan kamera DSLR dan mirrorless, hingga teknik komposisi foto seperti Rule of Third.
Selanjutnya, Iwan Budi Santoso, fotografer profesional bersertifikasi BNSP sekaligus personel Media Perdjoeangan FSPMI, membawakan materi foto jurnalistik dan fungsi tim media dalam organisasi. Ia juga berbagi pengalaman saat mendokumentasikan berbagai kegiatan FSPMI di tingkat daerah maupun nasional, termasuk saat menjabat sebagai Koordinator Nasional Media Perdjoeangan.
Pada sesi berikutnya, M. Herfin memberikan materi jurnalistik mengenai prinsip 5W+1H, teknik membuat judul berita, menyusun lead yang menarik, hingga merangkai body berita yang informatif. Peserta kemudian diminta mempraktikkan langsung materi yang telah diterima dengan membuat berita berdasarkan kegiatan yang sedang berlangsung.
Suasana pelatihan semakin hidup ketika dua peserta yang paling cepat menyelesaikan tugas menulis mendapatkan suvenir berupa kaus dan diminta mempresentasikan hasil tulisannya di depan peserta lain. Setelah itu, dua peserta lainnya ditunjuk untuk melakukan kurasi dan memberikan masukan terhadap tulisan tersebut.
Tanpa disadari, sesi tersebut tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga mengasah keberanian peserta dalam berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, serta memberikan kritik dan saran secara konstruktif.
Sebagai penutup, seluruh peserta dikukuhkan secara simbolis sebagai anggota Tim Media PUK Omron melalui pemakaian jaket liputan. Momen tersebut menjadi tonggak lahirnya tim media yang diharapkan mampu mendokumentasikan kegiatan organisasi, menyebarluaskan informasi kepada anggota, serta menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi yang efektif di lingkungan PUK Omron.
Lebih dari sekadar pelatihan fotografi dan jurnalistik, kegiatan ini menjadi investasi organisasi dalam menyiapkan kader-kader media yang mampu menjadi pena dan lensa perjuangan bagi anggota PUK Omron di masa mendatang.



