Perusahaan Ini Sudah Berikan Cuti Melahirkan 6 Bulan

  • Whatsapp
(image: www.123rf.com)

Jakarta,KPOnline – Salah satu contoh perusahaan Indonesia yang telah menerapkan cuti melahirkan untuk para pekerja wanitanya selama enam bulan dan gaji tetap dibayar penuh adalah Opal Communication.

Chief Executive Officer Opal Communication Kokok Herdhianto Dirgantoro tak menyangka kebijakannya ini menggugah banyak orang.

Bacaan Lainnya

Keputusan ini awalnya hanya didasari pada pengalaman pribadi istrinya yang pada saat hamil tidak mendapatkan cuti yang cukup. Sehingga ia berjanji akan berlaku adil pada karyawati jika sudah memiliki usaha sendiri.

“Selain alasan keadilan bagi pekerja, saya memiliki lima alasan pendukung kebijakan ini,” kata Kokok, Kamis (30/7/2015).

Pertama pihaknya ingin turut menciptakan generasi emas Indonesia, karena para bayi akan mendapatkan ASI eksklusif. Kedua mengenai biaya kesehatan anak, karena anak yang disusuin secara sempurna memiliki daya tahan yang lebih baik, sehingga biaya kesehatan yang ditanggung kantor ataupun orangtua, akan lebih rendah.

Ketiga karyawati jadi lebih tenang dalam proses melahirkan dan menyusui, sehingga bisa membantu menekan angka kematian ibu dan anak saat proses melahirkan. Keempat, keinginan untuk masa depan Indonesia lebih baik, karena asupan ASI ke anak lebih panjang, maka anak lebih sehat, kuat, dan cerdas.

Kokok mengatakan dalam jangka panjang, akan tercipta generasi yang memiliki produktivitas tinggi yang berkarakter baik dan meningkatkan Growth Domestic Product (GDP) Indonesia, meningkatkan pajak, dan perekonomian.

Kelima adalah keberhasilan dari negara lain seperti Vietnam yang sudah menerapkan cuti melahirkan enam bulan dan secara global kini sedang menduduki peringkat perekonomian terbaik di Asia. Bahkan sebagian juga ada cuti untuk bapak untuk mendampingi ibu dan anak lebih lama.

“Hal ini masuk akal, karena proses melahirkan dan menyusui pertama kali adalah masa yang kritis bagi istri, untuk itu perlu pendampingan suami agar istri tidak terkena baby blues syndrome,” jelas Kokok.(sumber : http://lifestyle.bisnis.com/)

Pos terkait