Buruh PT Fata Sarana Makmur Copot Pita Hitam

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Terhitung dari tanggal 3 hingga 7 September 2018, buruh PT Fata Sarana Makmur melakukan aksi simpati. Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) ini memasang pita hitam.

Bertempat di area produksi, seluruh anggota PUK SPEE FSPMI PT Fata Sarana Makmur berkumpul bersama untuk melakukan pencopotan pita secara serentak, yang selama ini dikenakan di baju lengan sebalah kiri dengan menggunakan penitik warna emas.

Bacaan Lainnya

Aksi ini spontan menarik perhatian pihak yang punya Perusahaan. Termasuk tamu yang datang keperusahaan tersebut.

Dengan semangatnya mereka menancapkan pita hitam di lengan baju sebelah kiri, dengan semangatnya pula mereka yang tergabung dalam anggota FSPMI serentak untuk mencopotnya kembali setelah mendapatkan angin segar dari pihak Management Pusat.

Jais, dari Bidang Pengupahan PUK memaparkan, “Saya mewakili  semua Pengurus yang ada disini. Setelah melewati perundingan beberapa bulan ini berjalan yang cukup alot, alhamdulillah selama ini yang pernah kita gadang-gadangkan sebelumnya terkait UMSK 2018 akan coba untuk dipiutangkan. Karena melihat dari sisi kondisi perusahan sekarang ini dikarenakan ekonomi global yang menimpa indonesia.”

“Diluar sana banyak perusahan yang Tumbang hingga lahirlah PHK masal dengan dalih efisiensi,” katanya lebih lanjut.

Ia kembali menjelaskan, “Dengan itikad baik kita sebagai serikat pekerja tidak akan mendesak pihak Pengusaha untuk tetap memaksakan membayar UMSK 2018. Kita sebagai serikat pekerja akan memberikan batas toleransi kepada Pengusaha yaitu UMSK 2018 silahkan dibayarkan ketika perusahan ini pulih kembali dari sisi keuangannya.”

“Alhamdulillah semua itu pihak pengusaha bersepakat akan membayarkan selisih UMSK 2018 ketika perusahaan sudah stabil lagi keuangannya,” pungkas pria yang juga anggota dari Koprasi UBSSM itu.

Peran buruh yang selama ini selalu terhimpit,dan dibelenggu oleh suatu kebijakan yang digulirkan pemerintah membuat para buruh sendiri yang harus serba hati-hati mengatur sebuah keuangan dalam keluarganya. (Jhole).

Pos terkait