Buruh Perempuan Batam Pertanyakan Sikap Pemerintah Atas Eksekusi Tuti Tursilawati

  • Whatsapp

Batam,KPonline – Aksi unjuk rasa buruh Batam hari ini, Rabu 31 Oktober 2018, selain menyerukan tentang penolakan PP 78/2015, menolak surat edaran menteri tenaga kerja mengenai kenaikan upah sebesar 8,03 %, dan naikkan upah minimum tahun 2019 sebesar 20%, juga diserukan tentang nasib tragis yang dialami seorang buruh perempuan yang bekerja di Arab Saudi

Herlina vice presiden FSPMI dan juga penasehat FKP( Forum Komunikasi Perempuan ) Kepulauan Riau, dalam orasinya menyampaikan tentang terpidana mati Tuti Tursilawati yang dieksekusi mati di Arab Saudi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke pemerintah Indonesia

Bacaan Lainnya

” Sungguh sangat disesalkan kejadian yang dialami oleh saudara perempuan kita Tuti Tursilawati yang bekerja di Arab Saudi, dia dieksekusi mati tanpa pemberitahuan terlebih dahulu ke pemerintah Indonesia, ” ucapnya

” Apabila pemerintah Indonesia perduli dengan sistem pekerjaan kaum buruh, menjamin bagaimana buruh bekerja dengan nyaman dan bisa mendapatkan upah yang layak, tidak mungkin kita akan pergi sampai ke luar negeri, apalagi perempuan, karena harus rela meninggalkan anak anaknya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu, “lanjutnya dengan terbata karena kesedihan

Kemudian dengan nada tegas Herlina berkata, ” Dimana wibawa dan marwah Indonesia di mata pemerintahan”.

Salah satu aktifis perempuan yang bekerja di muka kuning mengatakan, ” Saya berharap jangan sampai ada Tuti tursilawati yang lain, cukup sampai disini saja kebiadaban yang menimpa kami pekerja buruh perempuan”.

” Berikan upah yang layak di Indonesia, sehingga kami perempuan tidak perlu lagi keluar dari negara Indonesia untuk mencari penghidupan dengan meninggalkan suami dan anak anak kami di sini, ” ucap aktivis perempuan lainnya yang bekerja di kawasan Muka kuning Batamindo

” Perlakuan yang menimpa Tuti tursilawati sungguh memprihatinkan, diperlakukan tidak senonoh oleh majikannya, diperkosa beramai ramai, hingga dieksekusi mati tanpa pemberitahuan pemerintah Indonesia”, kata salah satu aktivis perempuan yang bekerja di Batam Center

” Saya berharap Indonesia bisa memberikan upah yang layak, sehingga kehidupan buruh Indonesia di masa yang akan datang akan cerah, secerah awan biru di langit itu”, kata wenti pekerja perempuan di batam Center sambil menunjukkan bendera yang dibawa nya ke arah langit.

(Sari)

Pos terkait