Buruh Bicara KHL, Lebih Penting Mana Antara Majalah dan HP/Kuota Internet?

Pasuruan, KPonline – Pemerintah saat ini hendaknya memasukan item handphone plus kuota internet sebagai pengganti majalah untuk perbaikan kualitas Komponen Hidup Layak (KHL) sebagai dasar rumusan penghitungan upah pekerja/buruh.

Hal itu disebabkan, majalah/tabloid yang saat ini masuk menjadi salah satu item KHL dan menjadi salah satu sumber pencarian informasi dunia luar bagi pekerja/buruh, telah menjadi sebuah item yang ketinggalan jaman jika dibandingkan handphone dan kuota internet.

Bacaan Lainnya

Hal itupun turut di benarkan oleh salah satu buruh/pekerja di salah satu perusahaan yang ada di Pasuruan, ketika di tanyai oleh team Media Perdjoeangan, terkait masih perlukah masyarakat saat ini menjadikan majalah/tabloid sebagai sumber informasinya tiap hari ketimbang handphone dan juga paket data.

“Kalau menurut saya, majalah ataupun tabloid, udah gak jaman mas, jika disuruh milih antara keduanya, saya jelas milih handphone dan juga paket data,” ujar Udin, salah satu pekerja di daerah kawasan PIER

Kemajuan teknologi saat ini sudah tidak dapat terbendung lagi. Dengan beredarnya handpone berbagai tipe dan merek, ditambah lagi barang tersebut pun dijual dengan harga yang sangat terjangkau bagi setiap kalangan masyarakat, membuat kebutuhan akan memiliki 2 item ini, dirasa sangatlah penting di era milenial saat ini.

Maka dari itu, dengan adanya kondisi yang seperti ini, KSPI Jawa Timur dalam aksi wilayah tanggal 08/10 nanti, salah satu issu yang akan diangkat adalah menuntut kepada pemerintah agar item penambahan mutu kualitas KHL ini bisa segera di masukan segera kedalam rumusan KHL.

Seperti diketahui saat ini rumusan KHL tentang kebutuhan informasi, terbatas hanya melalui media cetak (majalah/koran), namun jika melihat realita yang ada di masyarakat, ternyata pekerja/buruh lebih membutuhkan paket data.

Jadi, bagimana kalau menurut anda, lebih memilih kuota internet/hp atau majalah? (Nugroho)

Pos terkait