Buruh Bandung Barat Unjuk Rasa di PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk

Bandung, KPonline – Ratusa buruh Bandung Barat melakukan aksi unjuk rasa di PT Ultrajaya Milk Industri Tbk yang berlamat di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, pada Rabu (12/9/2018). Para buruh berasal dari berbagai serikat pekerja, seperti KC FSPMI, DPC SBSI 92, DPC GOBSI, PC FSP TSK SPSI, DPC LEM SPSI, DPC SPN, DPC KSPN, dan PC FSP RTMM SPSI.

Aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap buruh PT.Ultra Milk Industry Tbk yang sedang melakukan aksi mogok kerja, di bawah pimpinan Kiki Permana selaku ketua PUK FSP RTMM SPSI di perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Adapun tuntutan aksi mogok kerja dan unjuk rasa sebagai bentuk protes kepada pihak perusahaan terkait perubahaan masa usia pensiun yang diberlakukan di internal perusahaan. Para buruh meminta agar pihak perusahaan tetap melaksanakan dan menjalankan ketentuan usia pensiun seperti yang sudah diterapkan tanpa adanya perubahaan yakni usia pensiun 50 tahun dan nilai besaran pesangon 2 X Undang – undang Plus 1 X upah atau mengacu terhadap PP 45 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan pensiun dengan batas usia 56 tahun dan pesangon yang diberikan 2 X Undang – undang plus 1 kali upah.

Menurut informasi, pihak perusahaan akan tetap menjalan arahan dan surat anjuran dari pihak Disnaker dengan membawa kasus tersebut kedalam ranah perselisihan di tingkat PPHI. Jika pekerja tidak terima, perusahaan menyarankan karyawan agar menempuh regulasi dan saluran yang ada yakni gugatan kepada PPHI.

Aksi unjuk rasa oleh gabungan SP / SB Kab. Bandung Barat diawali dengan pengerahan massa dari titik kumpul yang pusatkan di kantor sekretariat masing – masing SP / SB. Selaku korlap aksi Sdr. Budiman Ketua DPC SPN, Ryan Imawansyah Ketua DPC GOBSI, H. Kuswana Ketua PC TSK SPSI, Wanda Irawan dan indra DPC LEM SPSI, Wagiminudin Ketua DPC SBSI 92, Yahya Ketua KSPN dan Dede Rahmat pengurus KC FSPMI Kab. Bandung Barat.

Pos terkait