Bersama Serikat Pekerja se-Asia Pacific, KSPI Perjuangkan Kenaikan Upah 2018 Sebesar 50 Dollar

  • Whatsapp
Presiden KSPI yang juga Presiden FSPMI, Said Iqbal, mengecam segala bentuk kekerasan dan intimidasi atas alasan apapun.

Jakarta, KPonline – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan mengkampanyekan kenaikan upah tahun 2018 di Asia Pacific sebesar 50 dollar. Demikian dikatakan Presiden KSPI Said Iqbal, saat melakukan konferensi pers di LBH Jakarta, Senin (3/7/2017).

Kampanye kaum buruh se-Asia Pacific terkait upah ini bertajuk +50.

Artinya, upah minimum tahun 2018 adalah lebih besar 50 dollar jika dibandingkan upah minimum tahun ini.

Kampanye kenaikan upah di Asia Pacific ini dikomandai oleh International Trade Union Confederation (ITUC).

Terkait dengan hal ini, Said Iqbal mengingatkan, bahwa Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah menandatangani kontrak politik dengan Koalisi Buruh Jakarta (KBJ), untuk tidak memakai PP 78/2015.

Dengan demikian, Anies – Sandi harus mengejar ketertinggalan upah minimun DKI Jakarta sebesar 300 ribu jika dibandingkan dengan Karawang.

Tahun depan, Said Iqbal memperkirakan inflansi dan pertumbuhan ekonomi sekitar 9 persen. Jika mengikuti rumus ini, maka kenaikan upah kira-kira 320 ribu.

Maka kenaikan sesuai inflansi dan pertumbuhan ekonomi ini harus ditambah selisih dari Karawang sebesar 300 ribu. Dengan demikian, Jakarta upahnya akan naik 620 ribu

“Jika ini dilakukan, upah buruh di DKI Jakarta tidak lebih rendah dari upah Karawang,” ujarnya.

Said Iqbal menegaskan, kampanye kenaikan +50 dollar ini tidak hanya di Indonesia. Tetapi dilakukan di seluruh Asia Pacific. Ini akan menjadi gerakan global untuk memerangi ketimpangan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *