Bekasi, KPonline – Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) mengumumkan rencana aksi unjuk rasa besar di dua titik di Kabupaten Bekasi pada Selasa, 13 Mei 2026 dan Kota Bekasi pada Selasa, 20 Mei 2026.
Aksi ini digelar sebagai respons atas situasi perburuhan yang dinilai makin mendesak. Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di kawasan industri Bekasi dipastikan turun ke jalan.
Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan, ada 5 tuntutan utama Aliansi BBM di antaranya :
1. Cabut Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 Tentang Alih Daya, Aliansi BBM menolak Permenaker 7/2026 karena dinilai melegalkan praktik outsourcing secara luas, termasuk di pekerjaan inti. Aturan ini diduga jadi tameng perusahaan mempertahankan kerja kontrak seumur hidup.
2. Sediakan Gedung PHI di Bekasi, Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara belum memiliki Gedung Pengadilan Hubungan Industrial sendiri. Buruh harus sidang ke Bandung, sehingga proses sengketa memakan waktu dan biaya besar.
3. CSR untuk Kesejahteraan Warga dan Layanan Daycare di Kawasan Industri, Aliansi BBM menuntut perusahaan di kawasan industri mengalokasikan CSR secara transparan untuk warga Bekasi, serta menyediakan layanan daycare bagi buruh perempuan yang bekerja shift.
4. Pendidikan Gratis untuk Anak Buruh dan Evaluasi MBG. Program Makan Bergizi Gratis, MBG, dinilai belum tepat sasaran di lingkungan buruh. Aliansi BBM juga mendorong Pemda dan perusahaan menjamin pendidikan gratis bagi anak buruh hingga SMA.
5. Stop Badai PHK, Berikan Kepastian Kerja dan Buka Lowongan Pekerjaan, Gelombang PHK masih terjadi di sektor manufaktur dan elektronik Bekasi. Aliansi BBM menuntut penghentian PHK sepihak, penghapusan kontrak berkepanjangan, serta pembukaan lapangan kerja baru.
Untuk aksi 13 Mei 2026, massa akan berkumpul di Kawasan Industri MM2100, Jababeka, EJIP, Delta Silicon dan bergerak menuju Kantor Bupati Bekasi. Sementara aksi 20 Mei 2026 akan dipusatkan di Stadion Patriot Candrabhaga, lalu longmarch ke Kantor Wali Kota Bekasi.
“Bekasi ini jantung industri. Kalau buruh Bekasi bergerak, Jakarta akan dengar. Lima tuntutan ini harga mati,” ujar Koordinator Aliansi BBM Sarino.
Aparat Kepolisian Bekasi menyatakan telah menerima surat pemberitahuan aksi dan akan melakukan pengamanan agar aksi berjalan tertib.
Hingga berita ini diturunkan, Aliansi BBM terus melakukan konsolidasi ke pabrik-pabrik untuk memastikan partisipasi massa aksi maksimal pada 13 dan 20 Mei mendatang. (Yanto)