Apple Dikenang Sebagai Perusahaan yang Pelit

  • Whatsapp

Jakarta,KPOnline – Bukan rahasia lagi bahwa selama memimpin Apple, mendiang Steve Jobs dikenal sebagai pribadi yang keras, disiplin, dan perfeksionis. Bahkan mantan anak buahnya sekalipun pernah kena semprot olehnya saat menanyakan soal gaji.

apple-workers-china-1024x741
Unjuk rasa di perusahan pembuat Aplle China yang diduga memperkerjakan anak di bawah umur ( image google)

Evan Doll adalah salah satu pendiri aplikasi berita Flipboard. Dulu, ia bekerja sebagai teknisi Apple sejak 2003 sampai 2009. Menjelang tutup 2015 kemarin, Doll tengah mengenang momen saat Jobs menjawab pertanyaan seorang karyawan soal gaji para teknisi.

Bacaan Lainnya

Melalui kicauan di akun Twitternya, @edog1203, Doll menyatakan, bahwa kala itu tahun 2007, mereka sedang rapat besar yang dihadiri oleh para eksekutif dan karyawan Apple.

Di tengah rapat, seorang karyawan nekat bertanya kepada Jobs mengapa para teknisi di Apple gajinya kecil. Sontak Jobs langsung berang dan langsung menjawab, “mungkin Anda harus bertanya ke manajer sendiri mengapa mereka tidak merasa bahwa Anda ini lebih berharga.”

Mengutip situs Cult of Mac, jawaban Jobs tersebut seakan mengingatkan bahwa para karyawan di sana terbilang beruntung karena sudah bisa mendapat pekerjaan di Apple.

Masih melalui cuitan Twitter Doll, ia juga menambahkan, “agar bersikap adil, banyak karyawan Apple di awal hingga pertengahan 2000an betul-betul bekerja dengan baik. Tapi kebanyakan mereka dengan bijak memegang saham ESPP.”

Beda dengan raksasa teknologi Google yang terkenal mengedepankan kesejahteraan karyawannya dengan keuntungan yang berlimpah, situs BGR menyebutkan bahwa Apple tidak termasuk di dalam daftar perusahaan Silicon Valley yang menawarkan kontrak pekerjaan yang menguntungkan.

2015 lalu raksasa teknologi Silicon Valley seperti Google, Apple, Intel, hingga Adobe System sempat digugat oleh karyawan-karyawan mereka sendiri.

Mereka menyatakan bahwa keempat raksasa teknologi tersebut telah berkonspirasi alias sekongkol agar tidak ‘membajak’ pekerja satu sama lain.

Para penggugat ini menilai, sikap tersebut sengaja dilakukan karena mereka tidak mau ada perang upah karyawan, namun mereka merasa dirugikan lantaran merasa tertekan dari sisi pendapatan. Gugatan hukum mereka yang bisa dikatakan sebagai bentuk protes ini sudah diajukan sejak 2011.

Hakim Lucy Koh di San Jose, California menganggap ajuan tersebut adalah adil bagi ribuan karyawan yang menggugat. Gugatan hukum itu akan melingkupi biaya kerugian sebesar US$ 5.800 yang diberikan ke tiap karyawan yang jumlahnya mencapai lebih dari 64 ribu orang itu.

Situs The Telegraph mewartakan, gara-gara persekongkolan itu, para karyawan Silicon Valley saling ‘curi’ kerjaan satu sama lain untuk cari inspirasi dan ide guna mengembangkan teknologi produk terbaru. (http://cnnindonesia.com)

Pos terkait