Aksi Upah Jawa Timur: Harus Gubernur yang Menemui Buruh

Surabaya KPonline – Langkah perjuangan upah buruh Jawa Timur 2019 akan terus berlanjut. Hal ini lantaran para buruh Jawa Timur belum mendapatkan hasil positif atas aksi demonstrasi yang dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Rabu (14/11/2018).

Demonstrasi yang awalnya hanya dilakukan PPBS ternyata diikuti pula oleh para buruh dari berbagai kab/kota di Jatim yang menjadi kan jumlah massa yang bertambah banyak.

Bacaan Lainnya

Para perwakilan buruh yang diminta masuk kedalam Gedung Grahadi diterima langsung oleh Kadisnakerprov Jatim Himawan Estu Bagyo beserta staffnya.

Para perwakilan buruh menyampaikan bahwa Gubernur harus segera menetapkan UMK dan UMSK 2019 sesuai dengan Rekomendasi yang dikirimkan Bupati/Walikota masing masing daerah.

Mengingat yang menjadi usulan, regulasi maupun stakeholder masih sama seperti tahun sebelumnya. Sehingga seharusnya tahun ini juga dapat ditetapkan tanpa ada banyak pertimbangan.

Selesai mendengar suara buruh Jawa Timur ternyata Kadisnaker tidak dengan serta merta memberikan keterangan yang menjelaskan secara runtut apa yang sudah dilakukan terkait kenaikan upah 2019.

Namun hanya satu kalimat, “Kami sudah menyelesaikannya proses yang menjadi tugas kami dan saat ini keputusan ada ditangan Gubernur “.

Mendengar jawaban yang dirasa tidak mengenakkan tersebut rupanya membuat para perwakilan kecewa dan satu persatu meninggalkan ruangan sebelum pertemuan ditutup.

Kepada Koran Perdjoeangan, perwakilan Buruh Jawa Timur Edi Kuncoro Prayitno menyatakan bahwa buruh akan kembali turun kejalan pada Kamis 15 November 2018 besok secara besar besaran dan memastikan untuk tidak mendekat ke Grahadi sebelum ada kepastian bahwa Gubernur Jatim Soekarwo yang akan menemui secara langsung mengingat yang Kadisnakerprov sudah menyatakan bahwa keputusan sepenuhnya ada ditangan Gubernur.

Para pimpinan buruh juga menginstruksikan kepada masing anggotanya untuk ikut aksi pada Kamis 15 November besok dan memastikan untuk secara bersama sama memperjuangkan upah 2019 sampai menang.

Pos terkait