Aksi 30 September, FSPMI Tolak Omnibus Law di DPR RI

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kembali menggelar aksi jalanan di depan gedung DPR RI Jakarta (30/9). Aksi ini sebagai salah satu awalan pra mogok nasional, dimana elemen buruh di seluruh Indonesia telah bersepakat dan berencana melakukan aksi unjuk rasa setiap hari yang pelaksanaannya direncanakan akan dimulai tanggal 29 September hingga 8 Oktober 2020. Masih dengan tuntutan yang sama, dalam aksi hari ini buruh FSPMI tetap menyuarakan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja Omnibus Law. Dimana Panja Baleg DPR RI masih terus saja melakukan pembahasan walaupun sudah banyak penolakan dari buruh dan masyarakat Indonesia.

Aksi yang semula direncanakan melibatkan setidaknya 1000 orang buruh ini, akhirnya diputuskan untuk dikurangi berkaitan dengan penerapan PSBB di Jakarta. Tampak sejak pagi, puluhan Garda Metal dan anggota FSPMI DKI tengah bersiap di tenda juang PUK SPAI FSPMI PT. FNG di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur sebagai titik kumpul. Tepat pukul 09.00 mereka bergerak beriringan menuju gedung DPR RI dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Disepanjang perjalanan, para orator terus melakukan vorasi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya RUU Cipta Kerja Omnibus Law bila disahkan.

Ketika aksi-aksi yang buruh lakukan tidak ditanggapi, puncaknya buruh akan melakukan mogok nasional yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Secara bersamaan, saat sidang paripurna untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja tanggal 8 Oktober 2020 dilakukan, selain mogok nasional menghentikan proses produksi di tingkat pabrik, puluhan ribu buruh se-Jawa juga akan melakukan demonstrasi di Gedung DPR RI selama berlangsungnya sidang paripurna.

(Jim).

Pos terkait