7 Hari Mogok, 4 Hari Menginap, Inilah Derita Pekerja JSI

7 Hari Mogok, 4 Hari Menginap, Inilah Derita Pekerja JSI

Deli Serdang, KPonline – Memasuki hari ke 7 dan hari ke 4 menggelar aksi Mogok Kerja dan menginap di tenda juang depan Perusahaan, inilah derita para pekerja PUK JSI saat menghadapi berbagai macam masalah yang terjadi.

Para pekerja JSI sudah menggelar aksi Mogok selama 7 hari akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang diduga ilegal karena secara sepihak.

Bacaan Lainnya

Dalam menggelar aksi mogok kerja ini para pekerja meminta agar pihak perusahaan mempekerjakan kembali 197 pekerja yang di PHK secara sepihak oleh pihak perusahaan PT. JSI.

Dalam menggelar aksi mogok kerja ini, para peserta aksi tak jarang mendapatkan masalah-masalah. Mulai dari keterbatasan logistik sampai dengan perlakuan yang sangat mengancam keberadaan tenda juang di depan perusahaan.

“Yang kami rasakan tiap hari kami di bentak bentak , tenda kami di bubar paksa , dan tidak boleh nginap di dpn jsi” jelas Ismail selaku Ketua PUK JSI dalam komunikasi via pesan WA.

Diberitahukan bahwa permasalahan kasus PHK para pekerja PT. JSI ini sendiri sudah 7 bulan lamanya dan belum juga ada kepastian tentang penyelesaian perkara ini oleh Intansi terkait.

Di kutip dari pembicaraan perdebatan antara pihak pekerja dan oknum polisi yang ingin membubarkan aksi mogok kerja dan menginap para pekerja JSI ini mendapat penolakan keras dari para peserta aksi.

“Sebagai kepolisian seharusnya bapak mengayomi kami, bukan Mala tunduk pada perusahaan atau mau disuruh-suruh oleh perusahaan untuk membubarkan kami. Seharusnya bapak membantu menjadi penjebatani antara kami dan pihak perusahaan agar mau berunding dan menyelesaikan kasus kami secara UU yang berlaku. Kami juga tidak akan menggelar aksi menginap disini jika sudah terselesaikan. Jadi jangan kami saja yang di tekan agar tidak aksi, tetapi juga menekan pihak perusahaan agar menuntaskan permasalahan ini” begitu suara dari salah satu pekerja saat berdebat bersama oknum polisi yang di duga ingin membubarkan aksi mogok kerja menginap para pekerja PT. JSI (di kutip dari penjelasan Suhendra manik saat menjelaskan ke KPonline).

Sementara itu, aksi menginap ini juga banyak menuai dukungan dari para pekerja yang tergabung dalam serikat buruh FSPMI SUMUT yang datang bersolidaritas membantu meringankan beban para pekerja JSI saat menggelar aksi Mogok kerja.

Diantaranya yang telah bersolidaritas adalah para pekerja atau PUK NJP, PUK DAI, PUK GIRVI, PUK BBMA, dan jajaran DPW FSPMI Prov. SUMUT yang hadir bahkan memberikan bantuan untuk mencukupi kebutuhan aksi mogok kerja PUK JSI.

Pada kehadirannya, Willy Agus Utomo yang merupakan Ketua DPW FSPMI SUMUT menyampaikan kata agar para peserta aksi tetap semangat dan jangan gentar dalam menggelar aksi mogok kerja ini.

“Saya mewakili DPW FSPMI SUMUT akan membantu PUK JSI samapai kasus ini terselesaikan. PUK JSI jangan lemah, harus tetap semangat jangan gentar menghadapi upaya-upaya pelemahan aksi kawan-kawan. Yakinlah, dengan aksi kawan-kawan ini akan menuai hasil yang maksimal. Kawan-kawan harus saling melindungi satu sama lain, jangan mau terprovokasi dan melakukan hal-hal yang tidak di inginkan. Intinya tetap bertahan pada jalan kebenaran” tutupnya.