22 Hari Berlalu, Kenzo Melintas Sepanjang Cirebon – Palimanan

  • Whatsapp

Cirebon, KPonline – Selasa pagi (10/10) tepat pukul 09.00 Ade Kenzo beserta rombongan tim pendamping bersiap melanjutkan perjalanan longmarch menuju Jakarta. Rencana akan menyusuri sepanjang perjalanan di wilayah Cirebon.

Diawali dengan wawancara oleh media daerah dan nasional, Ade Kenzo memberikan pemaparan tentang maksud dan tujuan longmarch yang sedang dijalani hingga hari ini.

Bacaan Lainnya

Selesai wawancara, dimulailah perjalanan panjang hari ini menyusuri setiap jengkal kota Cirebon.

“Pagi ini kita siapkan 30 orang Garda Metal untuk pengawalan longmarch Ade Kenzo di wilayah Cirebon.” demikian disampaikan oleh Rano Sudibyo, Pangkorda Cirebon kepada Koran Perdjoeangan.

“Disamping itu juga ada dukungan dan support dari tokoh masyarakat setempat, alim ulama serta kawan kawan PUK dari berbagai daerah. Ini menjadi hal yang luar biasa.” Ujarnya.

Selama perjalanan hari ini, Garda Metal Cirebon dan kawan kawan PUK bahu membahu melakukan pengawalan dan sebar pamflet sebagai bentuk sosialisasi tuntutan kepada masyarakat yang dilintasi. Memberikan pemahaman tentang pentingnya perbaikan Jaminan Kesehatan Nasional ini untuk seluruh rakyat Indonesia.

Saat melintas di depan Rumah Sakit Mitra Plumbon Ade Kenzo sempat berhenti sejenak dan berteriak, “Rumah Sakit ini tidak boleh menolak pasien.”

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perjuangannya dan mengingatkan semua pihak untuk tidak mempersulit pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya yang tidak mampu.

Diperjalanan ada hal unik yang terjadi,  seorang ibu hamil sangat ingin bertemu dengan Ade Kenzo, dia adalah istri dari Muh. Syafii Garda Metal dari PUK MMS. Ade Kenzo, berpesan agar sang ibu menjaga calon buah hatinya serta mendoakan semoga proses persalinannya lancar dan anaknya menjadi anak yang soleh/soleha juga.

Selain itu, Kenzo juga mendapatkan dukungan dari forum guru honorer Cirebon, yang menyempatkan untuk bertemu dan melakukan diskusi dengan Ade Kenzo serta menyampaikan bahwa mereka belum tercover oleh BPJS Kesehatan maupun jaminan kesehatan lainnya, serta menyampaikan beberapa permasalahan lain yang kemudian ditampung sebagai jurnal.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah belum maksimal dalam menjalankan jaminan kesehatan, dan perlu segera melakukan perbaikan.

Pos terkait