20 Ribu Buruh Padati Kantor Bupati Tuntut Upah Layak

Majalengka, KPonline – Pekerja Majalengka yang tergabung dalam Aliansi Buruh Majalengka (ABM) menggelar aksi damai terkait upah layak bagi kaum buruh di Majalengka, Rabu (24/11/2021).

Sebelumnya putusan sidang pleno dewan pengupahan kabupaten Majalengka di angka kisaran Rp. 36.000. Dengan demikian putusan tersebut tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pekerja di Majalengka.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu berbagai Federasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Majalengka menuntut upah layak untuk tahun 2022 dikarenakan rendahnya upah di Majalengka. Dan hal ini membuat pekerja semakin sulit untuk bertahan di keadaan covid serta naiknya harga-harga barang pokok yang tidak diikuti dengan daya beli buruh. Karena alasan tersebut buruh Majalengka semakin meradang dan melakukan aksi daerah yang ditujukan kepada Pemda untuk merealisasikan upah yang layak bagi kehidupan kaum buruh.

” Terkait aksi Aliansi Buruh Majalengka hari ini, kami dari Aliansi Buruh Majalengka meminta kepada Bapak Bupati selaku pemangku kebijakan di Kabupaten Majalengka untuk merekomendasikan Upah hasil dari kesepakatan SB/SP sebesar Rp.720 ribu dan batas minimal kami diangka Rp.360 ribu sesuai kesepakatan Aliansi Buruh Majalengka. ” Ucap Ricky Sulaeman perwakilan dari FSPMI juga merupakan Wakil Ketua Aliansi Buruh Majalengka.

Selanjutnya Ricky Sulaeman mengatakan Alhamdulillah hasil perjuangan kaum buruh di Majalengka. Bupati yang diwakili oleh wakil Bupati menyepakati usulan dari ABM senilai Rp.360 ribu untuk direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat. Intinya kita akan terus berjuang tanpa batas, melawan tiada akhir, tutup Ricky Sulaeman.

Seperti diketahui, Pemerintah pusat telah menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi atau UMP Jawa Barat tahun 2022 sebesar 1,09 persen dan penetapan UMP Jawa Barat ini harus dipatuhi pemerintah daerah. Berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Kontributor : Majalengka

Pos terkait