10.000 Hektar Lahan Tergantung Pada Bendungan CBL, Petani Minta Instansi Terkait Buatkan Palang Pengukur

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline –  Bendungan Tambak Limpas kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) adalah sumber pertanian yang bisa memenuhi cadangan air untuk 7 kecamatan di 23 desa di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Haris selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)
mengatakan, ada hampir sekitar 10 ribu hektar luas hamparan pertanian yang tergantung pada Bendungan Tambak Limpas kali CBL tersebut.

Bacaan Lainnya

“Bendungan ini sangat bagian dari objek vital untuk mengaliri air ke lahan pertanian di wilayah utara dengan cara dibendung,” jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, pada musim tanam seperti saat ini masyarakat sekitar petani swadaya selalu bergotong royong untuk membendung kali CBL, untuk mengatur debit air saat mengairi lahan pertanian.

“Jika dibendung debit air yang digunakan akan bertambah, hingga bisa mengalir ke wilayah utara melalui kali Srengseng hilir,” tambahnya.

Ditempat yang sama M. Narjudin, salah seorang tokoh muda tani mengatakan, persoalan ini selalu berulang setiap tahun, muara permasalahannya adalah bendungan yang tidak ada palang pengukurnya. Hingga akibatnya para petani harus membendung dadakan jika butuh air.

“Permohonan untuk perbaikan bendungan secara permanen sudah diajukan oleh para petani sejak beberapa tahun silam ke sejumlah intansi, salah satunya ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, sampai saat ini masih belum ada tanggapan,” terangnya.

Dirinya berharap, agar masalah ini bisa segera teratasi, karena para petani sangat membutuhkan bendungan kali CBL untuk mengaliri air kelahan sawahnya sendiri.

Hingga saat ini pemangku kepentingan belum memberikan solusi untuk para petani kalau musim tanam itu tiba. (Jhole)

Pos terkait