Walaupun Di Guyur Hujan, FSPMI Karawang Tuntut Pengusaha PT. Sakae Riken Indonesia Pekerjakan Kembali 11 orang yang diduga PHK Sepihak

Karawang, KPonline – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Puluhan pekerja yang tergabung dalam naungan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PUK SPAMK FSPMI PT. Sakae Riken Indonesia melakukan aksi solidaritas spontanitas di depan pabrik PT. Sakae Riken Indonesia. Jum’at (25/11/2022).

Walaupun diguyur hujan FSPMI Karawang Tuntut Pengusaha PT. Sakae Riken Indonesia Pekerjakan Kembali 11 orang yang diduga di PHK Sepihak yang terdiri dari 9 orang Pengurus PUK dan 2 orang anggota yaitu Pengurus PUK SPAMK FSPMI PT. Sakae Riken Indonesia 1. Diki, 2. Tangguh B, 3. Saputra, 4. Faisal, 5. Amri, 6. Yudi, 7. Wawan, 8. Agus, 9. Adit. Sedangkan dari Anggota PUK SPAMK FSPMI PT. Sakae Riken Indonesia yaitu 1. Anggit, 2. Alvin

Bacaan Lainnya

FSPMI Karawang menuntut agar pengusaha PT. Sakae Riken Indonesia harus mempekerjakan kembali 11 karyawannya yang diduga di PHK sepihak. Menurut mereka alasan PHK terhadap 11 karyawan tersebut dengan alasan efesiensi karena perusahaan sedang mengalami kerugian akibat resesi global.

Dalam aksi solidaritas secara spontan ini buruh FSPMI Karawang terus menyuarakan dari luar pabrik agar Manajemen PT. Sakae Riken Indonesia segera untuk melakukan Bipartit sesuai mekanisme Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku dan mencari jalan terbaik agar tidak terjadi Pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.

“Kami meminta kepada manajemen PT. Sakae Riken Indonesia untuk segera untuk melakukan Bipartit sesuai mekanisme Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku dan mencari jalan terbaik agar tidak terjadi Pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Pekerjakan kembali karyawan yang di duga di PHK sepihak. Jika dalam waktu dekat ini tidak ada pertemuan bipartit, kami akan datang dengan jumlah massa aksi yang lebih banyak dari hari ini.” Ucap salah satu masa aksi Solidaritas di depan gerbang PT. Sakae Riken.

Pos terkait