Tuntut Kebebasan Berserikat, Pekerja OS PLN Mogok Kerja

  • Whatsapp

Padang Lawas, Sedikitnya, sebanyak 26 desa yang tersebar di tiga kecamatan dan dua daerah kabupaten, yakni Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami pemadaman arus listrik PLN. Pemadaman PLN yang terjadi di 26 desa ini diduga kuat karena sejumlah pekerja outsorching (OS) PLN Rayon Sibuhuan Kabupaten Palas melakukan aksi mogok kerja, pada Selasa (15/11/2016), bertempat di Lapangan Merdeka Sibuhuan.

Dalam mogok kerja ini, terlihat sejumlah pekerja sedang berkumpul di Pendopo Lapangan Merdeka Sibuhuan. Mereka duduk-duduk sambil berdiskusi, tanpa terlihat adanya pengamanan dari pihak kepolisian ataupun dari Satpol PP Sibuhuan yang mengawasi aksi mogok kerja OS PLN tersebut.

Bacaan Lainnya

“Aksi mogok kerja kita hari ini sebagai wujud protes keras kita terhadap manajemen PT. Sumber Energi Sumatera alias PT. Sentra yang kami nilai bertindak semena-mena, seperti melakukan PHK sepihak dan mutasi pekerja OS PLN tanpa pemberian uang pindah dan tambahan gaji, terhadap para pekerja yang sedang berjuang menuntut hak-hak normatifnya,” ungkap Sekretaris KC FSPMI Palas, Uluan Pardomuan Pane didampingi Wakil Ketua, Sudarno.

“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai proses PHK sihak yang dilakukan PT. Sentra dan juga pemutasian prkerja yanh semena-mena ini terjadi dapat dibatalkan, karena tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Kepada waega masyarakat yang aliran listrik PLN-nya padam, kami mohon maaf, karena kami sedang menuntut hak kami,” timpalnya.

Sehari sebelumnya, Senin (14/11) para pekerja OS PLN Rayon Sibuhuan ini juga melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Palas, dengan dikawal oleh puluhan personil kepolisian dari Polres Tapsel, Polsek Barumun dan Polsek Sosa. Saat itu, massa aksi diterima oleh Kabag Hukum Agus Soleh Syahputra Daulay, didampingi Kasi Wasnaker Disnakertrans Palas, Jonnedi Piliang.

“Kami dari jajaran Pemkab Palas akan berkomitmen dan berupaya membantu penyelesaian persoalan kawan-kawan pekerja PT. PLN. Dalam hal ini, kami hanya memiliki kapasitas sebagai mediator. Kami akan mengundang para pihak, secepatnya dalam minggu ini untuk proses penyelesaiannya,” sebut Agus.

Senada itu, Jonnedi Piliang mengaku kecewa degan sikap yang ditempuh oleh manajemen PT. Sentra yang berkantor pusat di Medan itu, dengan semena-mena melakukan PHK sepihak kepada pekerjanya dan juga mutasi pekerja keluar daerah Palas, tanpa perundingan dan memberikan fasilitas tambahan uang gaji dan hak-hak lainnya.

“Kita sangat menyayangkan sikap dari manajemen PT. Sentra yang berkantor pusat di Medan dengan melakukan PHK sepihak dan mutasi kerja, di saat pekerja sedang menuntut hak-hak normatifnya lewat serikat pekerja, istilahnya memang Union Busting. Sepengetahuan saya, tindakan PT. Sentra ini sudah mengarah ke krimalisasi atau tindak pidana,” tegasnya.

Sementara itu, informasi dihimpun dari masyarakat, akibat aksi mogok kerja pekerja OS PLN Rayon Sibuhuan ini, arus listrik PLN di jalur GH3 yang melintasi sebanyak 26 desa, yakni Desa Pintu Padang, Saba Balik, Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Kemudian, Desa Simartolu, Huta Baru, Sihaporas, Sosopan Julu, Pasar Sosopan, Banua Tonga, Sibual-buali, Simaninggir, Sianggunan, Hulim, Ulu Aer, Aek Bargot, Binanga Tolu, Hutabaru Siundol, Siundol Dolok, Siundol Julu, Siundol Jae, Hutabargot, Pagaran Bira Julu, Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, serta Desa Tanjung, Sibual-buali Tandihat, Pagaran Batu dan Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, sejak pukul 11.00 wib sampai pukul 15.00 wib kondisinya padam.

Ade Sanjaya, satu warga Sosopan ketika dihubungi wartawan mengaku, listrik PLN di desanya sudah padam sejak pukul 11.00 wib dan hingga pukul 15.00 wib, arus listrik PLN belum juga menyala. Sedangkan saat itu sedang berlangsung kegiatan bisnis di pasar tradisional mingguan.

“Iya bang, listrik PLN di sini (Sosopan-red) sekarang sedang padam. Padamnya mulai sekitar pukul 11.00 wib tadi. Katanya, ada pekerja PLN yang mogok kerja, karena menuntut hak. Kalau kami masyarakat ini, yang gak tahu persoalan jelas merugi. Apalagi saya punya usaha playstation (PS-red), gak ada pelanggan yang datang orang mati lampu PLN-nya, bang,” sebutnya. (*)

Penulis: Maulana Syafii

Pos terkait