Tindak lanjuti Mayday, JamkesWatch Jatim gelar audensi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Sidoarjo KPonline – Suasana ruang rapat di kantor wilayah BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur yang terletak di Jl. Raya Bandara Juanda No.52, Sedati Agung – Kabupaten Sidoarjo, selasa siang kemarin (15/05/2018) pukul 13.00 WIB waktu setempat, tampak terasa penuh.

Beberapa perwakilan pengurus dari Jamkes Watch Jawa Timur, Pengurus Jamkeswatch Daerah beserta perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Jawa Timur menggelar audensi sebagai tindak lanjut dari beberapa usulan dan permasalahan yang disampaikan oleh FSPMI KSPI pada peringatan MayDay kemarin.

Bacaan Lainnya

Permasalahan yang diangkat di ranah instansi yang dulunya sempat bernama Jamsostek ini, mayoritas muncul dari sektor pekerja penerima upah (PPU). Dalam audensi sekjen Jamkes Watch Provinsi Jawa Timur Nurrudin Hidayat mengupas tuntas beberapa celah regulasi dan permasalahan yang ditemukan para relawan tim pemantau. Selain itu juga dibahas beberapa kasus yang hingga saat ini masih bergulir dan belum juga bisa di selesaikan, salah satunya adalah PT. Duta Cipta Pakarperkasa Surabaya, yang sejak 2 tahun ini laporan permasalahan terkait kepesertaan belum juga selesai, dan ditambah lagi beberapa kasus dari BU (Badan Usaha) yang lainnya.

Dari pemaparan temuan yang disampaikan oleh masing-masing pengurus Jamkes Watch dari beberapa daerah, inilah beberapa point pembahasannya antara lain :

1. Pendaftaran sendiri bagi pekerja yang nyata-nyata tidak didaftarkan oleh pemberi kerja dalam program BPJS ketenagakerjaan.
2. Pemutusan peserta dari program BPJS ketenagakerjaan harus berdasarkan bukti dan klarifikasi ke peserta.
3. Pekerja yang telah dinonaktifkan kepesertaan jaminan sosialnya padahal belum ada keputusan inkrach dari pengadilan wajib dimasukkan lagi dan iuran BPJS nya ditagihkan ke perusahaan.
4. Mengoptimalkan mekanisme sistem pengawasan dan pemeriksaan sehingga lebih transparan, adil dan efektif.
5. Membuat jejaring dan Koordinasi dengan pekerja dan juga instansi terkait, baik dalam kepatuhan maupun dalam pengenaan sanksi.
6. Mengkaji dan membuat rekomendasi sehingga muncul kebijakan yang lebih solusif dan implementatif.

” Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran kawan-kawan dari Jamkes Watch FSPMI, semoga segala hal yang kita bahas tadi menemui hasil yang bagus dan bisa berguna buat peserta BPJS Ketenagakerjaan dimanapun berada, dan harapan kami kepada rekan-rekan, untuk selalu dapat membantu kami di lapangan, agar usaha kami dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap pekerja bisa kita giatkan kembali. ” tutup Dodit, selaku Asisten Deputi Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan.

(Bobby – Surabaya)

Pos terkait