Jember, KPonline – Dua pekerja PT Indomarco Prismatama yang juga merupakan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yakni Moch Dega Firdaus dan Sholihin, memutuskan untuk menginap di Kantor Konsulat Cabang (KC) FSPMI Jember usai menghadiri meeting di kantor cabang PT Indomarco Prismatama Jember yang selesai pada pukul 17.45 WIB.
Keduanya diketahui berasal dari Kabupaten Probolinggo. Demi menghindari potensi tindak kriminalitas dan daerah rawan begal, mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan pulang pada malam hari.
Diketahui, jalur lintas dari Jember – Lumajang hingga menuju Kabupaten Probolinggo belakangan ramai diberitakan di media sosial sebagai wilayah yang rawan aksi begal dan tindak kejahatan jalanan, khususnya pada malam hari. Kondisi tersebut membuat banyak pengendara memilih lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut.
Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, Tim Reskrim Polres Jember juga dikabarkan berhasil menangkap pelaku begal di wilayah Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Peristiwa tersebut semakin menambah kewaspadaan masyarakat dan pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Atas pertimbangan keselamatan, Moch Dega Firdaus dan Sholihin akhirnya memutuskan untuk beristirahat sementara di Kantor KC FSPMI Jember sebelum melanjutkan perjalanan pada keesokan harinya.
Ketua Konsulat Cabang FSPMI Jember, Nofi Cahyo Hariyadi, menyampaikan bahwa pihaknya selalu terbuka memberikan tempat singgah sementara bagi anggota yang membutuhkan demi faktor keamanan dan keselamatan.
“Keselamatan anggota menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh pekerja agar selalu mempertimbangkan faktor keamanan saat melakukan perjalanan malam, khususnya melewati jalur yang dianggap rawan kriminalitas,” ujar Nofi Cahyo Hariyadi.
Dengan adanya solidaritas dan kepedulian antar anggota serikat pekerja, diharapkan seluruh pekerja dapat merasa lebih aman dan terlindungi, baik dalam aktivitas kerja maupun perjalanan organisasi.


