Tentang Yayasan Dua Puluh April

Bogor, KPonline, – Yayasan Dua Puluh April adalah sebuah lembaga nirlaba, yang merupakan sebuah yayasan sosial yang digagas dan didirikan oleh sekelompok buruh dan para aktivis buruh FSPMI, yang prihatin dengan kondisi dari anak-anak buruh, yang mana orang tua mereka telah meninggal dunia. Tentu dengan telah tiadanya, salah seorang atau kedua orang tua mereka, kebutuhan dasar hidup mereka pun, bisa hampir dipastikan akan terganggu dan mengalami kesulitan ekonomi.

Tujuan awalnya yaitu, membantu anak-anak yatim dan piatu dari buruh-buruh dan para aktivis buruh yang telah meninggal dunia. Hal ini sebenarnya telah lama menjadi gagasan yang terpendam, akan tetapi dikarenakan kesibukan dan sesuatu hal yang lainnya, pembentukan dan pendirian lembaga nirlaba tersebut, baru dapat terlaksana pada 7-8 Desember 2019 yang lalu. Pembentukan serta pendiriannya pun dilaksanakan di Trainning Center FSPMI, Cisarua, Bogor.

Bacaan Lainnya

“Tujuan dari pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta merata, baik secara jasmani maupun rohani. Bahwasanya usaha kesejahteraan sosial, kesehatan, dan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah dan masyarakat sebagai satu bagian integral yang tak terpisahkan,” ungkap Dadan Albanna Ketua Yayasan Dua Puluh April, yang juga merupakan salah seorang Pengurus Daerah Garda Metal Bogor.

“Bahwa kenyataan menunjukkan, masih banyak terdapat warga masyarakat, termasuk anak-anak yatim piatu, fakir miskin dan kaum dhuafa yang karena kondisi sosial ekonominya tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk mendapatkan fasilitas yang memadai dan dapat berkembang secara wajar, sehingga tidak mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya, sehingga sulit dibayangkan, bagaimana dapat mewujudkan kemajuan sebuah bangsa,” lanjut Dadan.

Keterbatasan kondisi sosial ekonomi anak-anak yatim piatu, fakir miskin dan kaum dhuafa, sebagai generasi penerus bangsa, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan uluran tangan, pemberi semangat dalam mengembangkan potensi diri mereka, sehingga mereka akan memiliki kekuatan mental dan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlaq yang mulia dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh diri mereka, sehingga bermanfaat bagi diri mereka sendiri, bagi negara dan juga agamanya.

Hal-hal tersebutlah, yang menjadi dasar pemikiran, buah gagasan dan juga pondasi dalam pendirian Yayasan Dua Puluh April. Sehingga lembaga nirlaba yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan ini disahkan secara hukum, didepan Notaris Dedih S Bashori, SH, M.kn, dengan Akte Pendirian Yayasan No.12 pada 17 Oktober 2019. Yayasan Dua Puluh April pun telah mendapat restu dari pemerintahan desa, yaitu dengan Surat Keterangan Domisili Yayasan Nomor : 500/88/X/2019 pada 23 Oktober 2019, oleh Kantor Kepala Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Di Kementerian Hukum dan HAM, Yayasan Dua Puluh April pun telah mendapatkan putusan dan juga lampiran Nomor : AHU-0015453-AH-01.04 tahun 2019 tentang pengesahan pendirian badan hukum Yayasan Dua Puluh April. “Jadi secara hukum, Yayasan Dua Puluh April merupakan lembaga nirlaba yang sudah terdaftar dalam kelembagaan hukum di Indonesia. Sehingga, sah secara hukum, dan lembaga ini bisa dipertanggung jawabkan baik secara hukum maupun akuntabilitasnya,” ujar Supri Izhar, Ketua Dewan Pembina Yayasan Dua Puluh April.

Saih, salah seorang konseptor dan juga pendiri Yayasan Dua Puluh April menjelaskan kepada Media Perdjoeangan, “Apa yang kami lakukan selama ini, semata-mata demi kemanusiaan. Berbuat baik dan berkontribusi positif untuk masyarakat, terutama kalangan masyarakat dari kaum buruh” tutur Saih kepada Media Perdjoeangan.

“Untuk donasi dan penyaluran bantuan sosial lainnya, bisa melalui Kantor Yayasan Dua Puluh April yang beralamat di Perumahan Puri Cileungsi Blok H4 No. 21 RT 01 RW 07 Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor. Atau bisa juga melalui rekening Bank BNI Syariah dengan nomor rekening 8992004199 atas nama Yayasan Dua Puluh April,” jelas Dadan. (RDW)

Pos terkait