Temukan Spanduk Provokatif, Pangkornas Garda Metal : Ini Adalah Kalimat-Kalimat Sesat

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Ditemukan spanduk yang terkesan provokatif di jalan sekitar perempatan Kawasan EJIP, Cikarang, Bekasi, pada Kamis (23/01/2020) pagi. Dalam spanduk tersebut tertulis ‘Stop !!! Buruh Jangan Mau Dimanfaatkan Untuk Demo Kepentingan Politik KSPI.’

Sontak, hal ini membuat buruh yang melintas terkejut. Di Kawasan EJIP, mayoritas memang banyak anggota dari Serikat Buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dibawah kepemimpinan Said Iqbal.

Berita Lainnya

Tidak hanya buruh yang melintas, Pangkornas Garda Metal FSPMI Baris Silitonga juga merasa geram dengan isi spanduk tersebut. Ia menilai tulisan dalam spanduk terkesan provokatif.

Baris Silitonga mengungkapkan, kalimat-kalimat dalam spanduk sesat, karena kemarin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bergerak mengadakan penolakan secara tegas terkait RUU Omnibus Law (Cilaka) yang akan berimbas pada nasib buruh ke depan, bukan tentang kepentingan politik KSPI.

“Yang paling penting adalah kawan-kawan buruh harus sadar karena ke depan nasib buruh akan jauh lebih buruk jika Omnibus Law disahkan oleh pemerintah,” tambah Baris dalam keterangannya.

Tanpa banyak basa basi, Baris Silitonga selaku Pangkornas Garda Metal langsung mencopot sendiri spanduk tersebut.

Sementara itu, di tempat terpisah, M. Indrayana, selaku Pengurus PC SPL FSPMI Bekasi mengungkapkan kalau spanduk tersebut ditemukan saat berangkat kerja di pagi hari.

“Saya berharap ada tindakan hukum yang tegas buat si pemasang sepanduk, ini sudah menjurus ke ranah ujaran kebencian. Pemasang maupun penggerak pemasang spanduk bernada provokatif bisa dijerat Pasal 156 tentang Ujaran Kebencian dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Dari ayat ini saja sudah jelas si pemasang harus bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya,” ungkap pria yang biasa dipanggil Indra itu.

Dari penelusuran Koran Perdjoeangan, siapa pelaku dibalik pemasangan spanduk yang sengaja dipasang diarea Objek Vital itu belum bisa diketahui secara pasti. Belum ada pihak yang akan dilibatkan dalam hal mencari aktor sebenarnya, siapa yang memasang spanduk bernuansa provokatif dan meresahkan itu. (Jhole)

Pos terkait