Tanggapi Spanduk Provokasi , Ketua KC FSPMI Batam Tuding Pembuatnya Gagal Paham

Buruh menolak PP 78/2015 tentang Pengupahan

Batam,KPonline – Menanggapi spanduk provokasi bertuliskan “ Kami Masyarakat kota Batam Menolak Keras dengan adanya Aksi Mogok kerja yang mengganggu ketenangan ketertiban lingkungan, Kami siap untuk menghadang!!” yang di pasang di batu Ampar , Senin (30/4/18), Alfitoni, ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam mengatakan spanduk tersebut menunjukan bahwa yang membuat ataupun yang memasang tidak paham apa bedanya mogok kerja dengan unjuk rasa.

“Kalau mogok kerja itu di dalam perusahaan, tapi kalau unjuk rasa itu di luar pabrik dan tentu yang tulis spanduk juga tidak paham bahwa mogok kerja hak pekerja sesuai UU NO. 13/2003 serta unjuk rasa pun juga menjadi haknya masyarakat sesuai dengan UU tentang penyampaian pendapat di muka umum”.

Bacaan Lainnya

“Kemudian pemasang mengatasnamakan masyarakat Batam, apa buruh Batam bukan masyarakat Batam?… Jadi yang bikin spanduk itu masyarakat Batam yang mana?”

Seperti di beritakan sebelumnya menjelang peringatan Hari Buruh 1 Mei nanti, upaya upaya untuk memprovokasi dan menggembosi gerakan buruh terus di lakukan oleh berbagai pihak . Di Batam sehari menjelang Mayday sebuah spanduk yang berisi provokasi dan mengatasnamakan masyarakat Batam, terpasang di kawasan industri Batu Ampar, belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas spanduk tersebut, serta motifnya (Minto)

Pos terkait