Takziah Terakhir Taufik Sebelum Meninggal

Bandung, KPonline – Berbicara kematian atau maut. Mungkin sebagian orang akan merasa takut dan enggan akan hal tersebut, bila semua itu datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepadanya. Sekalipun manusia takut akan kematian atau maut dan mau terhindar dari hal itu. Namun tetap bahwa setiap mahkluk hidup pasti akan menjumpai kematian.

 

 

Sebagaimana Firman Alloh SWT; ”Kullu nafsindzdzaa iqotul maut”

Artinya: “setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

Senin, 12 Agustus 2019 FSPMI Bandung Raya kehilangan salah satu kader terbaiknya. Taufik (46) menghembuskan nafas terakhir akibat kecalakaan lalu lintas di daerah Rajapolah, Tasikmalaya sekitar pukul 02.15 WIB.

 

Sebelum kecelakaan maut itu terjadi, Taufik hendak pulang dari Wonogiri Jawa Tengah setelah melakukan takziah saudara dari istrinya yang juga mengalami luka berat saat kecelakaan itu terjadi .

 

Ternyata Takziah Taupik adalah takziah terakhir sebelum beliau ditakziahi. “Innalillahi wa innailaihi rojiun.” selamat jalan sahabat, pejuang kaum buruh.

Semasa hidup almarhum adalah sosok yang sopan dan supel terhadap siapapun. Saat masih hidup, almarhum adalah salah satu Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL FSPMI) PT. BMT. Banyak perubahan yang telah almarhum lakukan dalam kesejahteraan anggotanya, mulai dari berbagai terobosan yang kerap berhasil diimplementasikan dalam  ruang lingkup perusahaannya dan selanjutnya secara signifikan merubah kesejahteraan anggotanya.

 

“Berita duka ini ibarat petir di siang bolong” kata salah satu temannya, rencana almarhum menurut salah satu temannya akhir minggu ini almarhum akan mengadakan diskusi terkait isu revisi Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

 

Takdir berkata lain, ajal datang secara tiba-tiba. Semoga Almarhum Khusnul Khotimah. (zenk)

Facebook Comments