Tak Pernah Absen, Garda Metal FSPMI Konsisten Kawal Sidang Gugatan di PN Jakarta Timur

Tak Pernah Absen, Garda Metal FSPMI Konsisten Kawal Sidang Gugatan di PN Jakarta Timur
Keterangan foto: jajaran pengurus nasional Garda Metal FSPMI, dari sebelah kiri: Erik Santoso (Wakil ketua Div. Pelatihan) berdiri dengan topi hitam, Supriyatno (Ketua Div. Pelatihan) duduk mengenakan kemeja hitam, kemudian Pangkonas Garda Metal Supriyadi Piyong duduk disebelah Supriyatno. Selanjutnya Sugeng Yulianto (Bendahara) dan M. Nurfahroji (Ketua Div. Aksi) duduk didepan Pangkornas Garda Metal.

Jakarta, KPonline-Komitmen dan militansi kembali ditunjukkan oleh jajaran pengurus nasional Garda Metal, pilar terdepan gerakan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Sejak awal hingga sidang kelima yang digelar hari ini, Selasa (21/4/2026) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, kehadiran mereka tak pernah tiada dalam mengawal jalannya proses hukum gugatan terhadap organisasi tersebut.

Sidang gugatan perdata terhadap FSPMI sendiri diketahui telah berlangsung secara bertahap dan kini memasuki tahapan kelima, setelah sebelumnya sidang keempat digelar seminggu sebelum sidang kelima ini digelar di lokasi yang sama.

Disetiap jalannya persidangan, Garda Metal tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah organisasi. Tidak hanya sekadar hadir, mereka juga memastikan situasi tetap kondusif sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap FSPMI yang tengah menghadapi gugatan hukum.

Lebih jauh, Supriyadi (Piyong), Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Garda Metal FSPMI beserta jajaran pengurus nasional Garda Metal lainnya tak pernah absen dalam pengawalan sidang gugatan ini.

Dalam berbagai dokumentasi kegiatan, Supriyadi beserta jajaran pengurus nasional Garda Metal terlihat hadir langsung di lokasi persidangan, bahkan sejak sidang-sidang sebelumnya. Kehadirannya menjadi simbol komitmen Garda Metal dalam menjaga soliditas dan menunjukkan bahwa organisasi tidak berjalan sendiri menghadapi suatu tekanan.

Sebagai pimpinan nasional yang baru saja kembali dipercaya memimpin Garda Metal periode 2026–2031, Supriyadi memang menegaskan pentingnya kekuatan riil di lapangan. Ia menyebut bahwa utamanya adalah persatuan, bukan ego dan militansi anggota tidak cukup hanya dengan retorika, tetapi harus dibuktikan dengan kehadiran nyata dalam setiap perjuangan organisasi.

Hal ini tercermin dalam pengawalan sidang di PN Jakarta Timur. Dari sidang pertama hingga kelima, barisan Garda Metal terus hadir dengan disiplin dan terorganisir. Kehadiran mereka bukan hanya bentuk dukungan moral, tetapi juga pesan kuat bahwa FSPMI memiliki basis kekuatan yang solid.

Situasi di sekitar persidangan dalam sidang keempat pun sempat memanas, seiring tingginya tensi antara massa buruh dan pihak keamanan (security Pengadilan Negeri) saat itu. Namun demikian, Garda Metal tetap mengedepankan sikap tertib dan terkoordinasi dalam mengawal proses hukum yang berjalan.

Singkatnya, Konsistensi Garda Metal ini menjadi bukti bahwa solidaritas bukan sekadar slogan. Di tengah gugatan yang kini sedang dihadapi FSPMI, kehadiran mereka menjadi energi tersendiri bagi para anggota dan pengurus organisasi.

Sidang kelima hari ini menjadi penanda bahwa perjuangan belum usai. Namun satu hal yang pasti, Garda Metal telah menunjukkan bahwa dalam setiap proses. Baik di jalanan maupun di ruang sidang. Mereka akan selalu hadir, berdiri tegak, dan mengawal organisasi hingga titik akhir.