Suzuki Bergejolak; Demi Masa Depan Perusahaan, PUK Lakukan Unjuk Rasa

Bekasi, KPonline – Setelah melakukan berapa kali perundingan dengan pihak managmen, akhirnya pada hari Jumat (5/7/2019) Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotive Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, PT. Suzuki Indomobil Motor ( PUK SPAMK FSPMI PT. SIM) melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik PT. SIM.

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh puluhan buruh yang menjadi anggota PUK SPAMK FSPMI PT. SIM setelah waktu bekerja berakhir. Tepatnya pada pukul 16.30 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB.

Dalam orasinya, Heru Wibowo, S. T. yang juga menjabat sebagai Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. SIM menyampaikan alasan-alasan kenapa PUK sampai melakukan unjuk rasa. Diantaranya, PUK merasa kecewa dan menyesalkan tidak adanya tindakan tegas dari management kepada oknum management yang diduga telah melakukan tindak pidana (Korupsi) dan berhujung bisa merugikan perusahaan.

Sementara kalau itu terjadi pada anggota serikat pekerja, management bertindak dengan cepat dan langsung memberikan skorsing bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Lebih lanjut Heru menyampaikan, ini semua dilakukan karena kepedulian para pekerja PT. SIM akan keberlangsungan perusahaan kedepan. Sesuai slogan “We Love Suzuki” yang sudah terpatri di kendaraan dan hati para pekerja.

Dalam kesempatan yang sama, Heru dan peserta aksi yang hadir menyampaikan apa yang menjadi tuntutannya. Di antaranya adalah; management perusahaan harus mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas atas dugaan korupsi tingkat management yang saat ini sedang dalam proses hukum. PUK juga menolak keras jajaran management dan pengurus perseroan lama (Direksi dan Komisaris) untuk kembali masuk Suzuki.

Dan kami juga menuntut perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh Suzuki dengan memberikan selisih kenaikan upah dan masa kerja dalam setiap kenaikan upah, penambahan dana pensiun menjadi 3P 3J dan penambahan platfon pengobatan,” seru Heru dalam orasinya.

Aksi ini berjalan tertib dan kondusif, sehingga tidak mengganggu arus lalu-lintas meskipun dilakukan di samping jalan-raya provinsi.

Kemudian Ketua PUK SPAMK FSPMI PT. SIM menyampaikan dalam konferensi pers, bahwa aksi ini merupakan aksi pemanasan dan tidak menutup kemungkinan akan ada aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan para anggota PUK ini tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan.