Tuban, KPonline – Pada malam hari, Senin, 4 Mei 20206, gelombang solidaritas dari berbagai Pimpinan Unit Kerja (PUK) terus mengalir tanpa henti, memperkuat barisan perjuangan kawan-kawan pekerja di sektor Scaffolding.
Dukungan ini datang dari berbagai unit kerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan kawan-kawan yang bertahan di Pos 3 pintu masuk PT Semen Indonesia Pabrik Tuban.
Solidaritas yang ditunjukkan tidak sebatas dukungan moral. Berbagai PUK turut melakukan konsolidasi langsung di lapangan, bahkan membawa logistik seperti makanan dan air minum. Hal ini menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi pekerja scaffolding bukan lagi isu sektoral, melainkan telah menjadi kepentingan bersama gerakan buruh.
Ketua PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal, Redy Nur Cahyono, menyampaikan bahwa solidaritas ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan buruh tidak berjalan sendiri.
“Ketika satu kawan berjuang, maka yang lain berdiri di belakangnya. Itulah semangat kita,” ujarnya.
Di tengah dinamika hubungan industrial yang kian memanas dan sarat ketimpangan, solidaritas anggota di seluruh PUK menjelma menjadi benteng utama dalam mempertahankan martabat serta hak-hak pekerja. Arus solidaritas yang terus menguat ini menegaskan satu hal: gerakan buruh tidak rapuh, tidak mudah dipecah, dan siap menghadapi segala bentuk tekanan.
Slogan “FSPMI ora sepele” kembali digaungkan sebagai penegasan bahwa organisasi ini bukan cuma nama, melainkan kekuatan nyata yang lahir dari persatuan dan keberanian pekerja dalam memperjuangkan haknya.
Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, gelombang solidaritas yang terus membesar berpotensi menjadi tekanan yang lebih luas dan sulit dikendalikan.



