Solidaritas Buruh Untuk Palestina

  • Whatsapp
Aksi solidaritas buruh untuk Palestina. Foto: Msk

Jakarta, KPOnline – Kebijakan Israel yang menggempur Gaza, Palestina menuai protes di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Jakarta sekitar 1000 orang buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melancarkan aksi solidaritas didepan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Dalam orasinya buruh yang berunjuk rasa ini mengutuk sekeras-kerasnya kebiadaban Israel yang melancarkan serangan ke warga sipil Palestina, apalagi saat ini bertepatan dengan bulan puasa. “Sungguh biadab Israel dalam bulan suci Ramadhan ini mereka sanggup menyerang Palestina sehingga ratusan anak-anak dan wanita menjadi korban,” seru mereka.

Bacaan Lainnya

Dadang koordinator aksi, mengatakan buruh Indonesia tidak bisa tinggal diam melihat kepongahan Israel terhadap warga sipil Palestina, dan menyesalkan dunia Internasional yang tidak bisa berbuat apa-apa melihat begitu banyaknya warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan wanita dibantai secara membabi buta oleh zionis Israel.

“Seharusnya dunia Internasional termasuk Indonesia harus bergerak untuk membalas tindakan Israel ini. Mengapa setiap Israel menyerang Palestina dan membantai warga sipil di Palestina, dunia internasional termasuk Indonesia menutup mata dan tidak peduli terhadap penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina?,” seru Dadang balik bertanya.

Aksi seribuan buruh dari DKI Jakarta ini sempat memacetkan jalan di daerah Pejambon Jakarta Pusat. Pun demikian aksi tersebut berjalan lancar tanpa ada insiden berarti. Terlihat sekitar belasan aparat Kepolisian melakukan penjagaan terhadap aksi ini, sekaligus mengatur arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.

Sekitar lima belas menit melakukan orasi di depan Kementerian Luar Negeri RI, akhirnya perwakilan aksi diterima oleh pihak Kementerian Luar Negeri dan mereka berjanji aspirasi buruh akan mereka sampaikan kepada pihak-pihak yang terkait.

Disaat yang sama aksi solidaritas buruh KSPI/FSPMI kepada Palestina juga dilakukan didepan Gedung MPR/DPR Jakarta. Disini sekitar seribuan buruh dari Bekasi juga melakukan aksi solidaritas sekaligus mengecam keras kebiadaban tentara Israel yang membantai secara membabi buta warga sipil di Palestina.

Setelah melakukan aksi solidaritas untuk Palestina, ribuan buruh ini menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama Prabowo-Hatta di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2014). Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden KSPI/FSPMI, Said Iqbal, sedangkan dari tim Tim Pemenangan Prabowo diwakili anggota Dewan Pakar Hidayat Nur Wahid serta Ketua Umum Gerindra Suhardi.

“Saya meihat saudara-saudara semua pejuang luar biasa karena itu kami ingin hadir bertemu sekalian. Pertama kali adalah solidaritas sedalam-dalamnya untuk pejuang Palestina yang ditindas oleh kekuatan yang sungguh biadab serta sifat di luar kemanusiaan,” ujar Suhardi saat orasi di depan ribuan buruh.

Dalam kesempatan itu, Suhardi juga mengingatkan kembali bahwa kalangan pekerja buruh perlu diperhatikan seperti persoalan kenaikan gaji. Sebagai salah satu penopang ekonomi, kesejahteraan buruh mesti diperhatikan.

Sebelumnya, para buruh ini juga menggalang sumbangan dana yang disebut bakal diserahkan untuk Palestina. Saat aksi di depan Gedung DPR, para buruh ini juga menggalang aksi sumbangan dana. Begitupun saat di Wisma Serbaguna Senayan dengan lantunan lagu jihad serta bendera Palestina, sejumlah buruh mengerahkan kardus untuk sumbangan dana.

Hingga hari ini serangan Israel ke Jalur Gaza sudah memasuki hari ke Sembilan. Menurut informasi yang diterima KP, sudah ribuan ton bom yang dijatuhkan Israel di Jalur Gaza dan menewaskan 170 orang dan sekitar 1260 orang lainnya luka-luka. Sebagian besar korban ini merupakan warga sipil terdiri dari anak-anak dan wanita.

Semakin gencarnya kekerasan di Gaza, akhirnya melahirkan tekanan terhadap Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, untuk menyetujui gencatan senjata, setelah pecah kekerasan di Gaza dalam sepekan terakhir.

Pemerintah Mesir telah mengeluarkan kerangka kerja yang memungkinkan gencatan senjata bisa diterapkan mulai Selasa (15/07), namun Hamas dilaporkan belum sepenuhnya menyepakati kerangka tersebut.

Sebelumnya para diplomat Uni Eropa mendesak kedua pihak berupaya semaksimal mungkin memberlakukan gencatan senjata. Israel sementara itu terus melanjutkan serangan udara dan Hamas menembakkan roket-roket ke wilayah Israel. Militer juga menyiagakan ribuan tentara di dekat perbatasan, mungkin sebagai persiapan serangan darat.

Ribuan warga telah meninggalkan Gaza utara setelah Israel mengeluarkan selabaran tentang akan adanya serangan ke wilayah tersebut. Sementara itu serangan Hamas ke Israel sejauh ini tidak menimbulkan korban jiwa. Eskalasi kekerasan terbaru dipicu oleh pembunuhan tiga remaja Israel Juni lalu dan tewasnya seorang remaja Palestina di Jerusalem yang diduga sebagai balasan atas tewasnya remaja Israel tersebut. (Msk)

Pos terkait