Tangerang, KPonline – Setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan, PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus akhirnya mencapai kesepakatan dengan pihak manajemen melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Pada Senin (29/6/2026), aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus masih berlangsung. Di hari yang sama, perundingan antara manajemen PT Molex Ayus, PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus, Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Tangerang, dan perwakilan Kemenaker digelar di kantor PT Molex Ayus hingga akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama.
Hasil kesepakatan tersebut disampaikan oleh Wawaftahni, S.H., dalam kegiatan konsolidasi yang dilaksanakan di Training Center Tangerang, Desa Tapos, Kabupaten Tangerang, Banten. Adapun poin-poin kesepakatan yang berhasil dicapai adalah sebagai berikut:
1. Seluruh anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus kembali bekerja mulai Selasa, 30 Juni 2026.
2. Tidak ada tindakan intimidasi terhadap pekerja.
3. Setiap penyampaian informasi dari manajemen kepada pekerja dilakukan melalui PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus.
4. Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, maupun mutasi terhadap pekerja ditiadakan.
5. Penandatanganan perjanjian bersama antara manajemen PT Molex Ayus dan PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus akan dilaksanakan pada 30 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wawaftahni juga menyampaikan apresiasi kepada Garda Metal yang selama aksi berlangsung terus mengawal perjuangan para pekerja dengan penuh militansi dan solidaritas.
Ia menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa dihentikan karena pihak manajemen PT Molex Ayus bersedia membuka ruang perundingan. Selama menunggu hasil akhir pembahasan, massa aksi diarahkan untuk melakukan konsolidasi di Training Center Tangerang, Desa Tapos, Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Pangkorda Garda Metal, Sujiatin, mengapresiasi perjuangan seluruh anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus yang tetap solid hingga tercapainya kesepakatan.
“Perjuangan ini sangat melelahkan. Saya berpesan kepada kawan-kawan agar tetap bersikap biasa kepada rekan-rekan yang tidak ikut aksi, karena pada akhirnya mereka juga akan merasakan hasil dari perjuangan ini. Apa pun keputusan yang dicapai hari ini merupakan hasil perjuangan bersama PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus dan seluruh keluarga besar FSPMI,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan hubungan industrial di wilayah Tangerang semakin baik sehingga tidak perlu lagi terjadi aksi unjuk rasa yang berkepanjangan seperti yang dialami di PT Molex Ayus.
Ketua PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus, Sunadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama perjuangan berlangsung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Tangerang, KC FSPMI Tangerang, Garda Metal, serta seluruh anggota dan keluarga besar FSPMI se-Tangerang Raya yang telah memberikan dukungan dan solidaritas tanpa henti,” ungkap Sunadi.
Ia menilai pengalaman kegagalan perjuangan pada tahun 2025 menjadi pelajaran berharga sehingga gerakan pada tahun ini dapat berjalan lebih terorganisir hingga menghasilkan kesepakatan.
Menjelang kembali bekerja pada 30 Juni 2026, Sunadi berpesan kepada seluruh anggota agar menjaga kondusivitas di lingkungan kerja.
“Saya mengajak seluruh kawan-kawan untuk kembali bekerja dengan semangat dan tetap menjaga hubungan baik dengan seluruh rekan kerja, termasuk teman-teman dari serikat lain. Jangan ada gesekan, karena secara pribadi kita semua tidak memiliki persoalan. Mari kita bangun kembali suasana kerja yang harmonis,” pesannya.
Di akhir penyampaiannya, Sunadi secara khusus mengucapkan terima kasih kepada keluarganya, terutama sang istri, yang senantiasa memberikan doa, dukungan, dan semangat selama dirinya memimpin perjuangan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada istri saya yang selalu mendukung dan memberikan semangat sehingga saya dapat terus berjuang bersama kawan-kawan hingga hak-hak pekerja dapat diperjuangkan dan kesepakatan ini tercapai,” pungkasnya.



