Sekum PP SPAMK FSPMI Tekankan Peran Strategis Fasilitator dalam Training of Facilitator di Bandungan

Sekum PP SPAMK FSPMI Tekankan Peran Strategis Fasilitator dalam Training of Facilitator di Bandungan

Bandungan, KP Online – PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF berkesempatan untuk menggelar Training of Facilitator (ToF) yang diselenggarakan di Aula Mess Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari ini, Sabtu–Minggu (27–28/6/2026), juga diikuti oleh peserta dari berbagai PUK di Jawa Tengah, di antaranya dari Kabupaten/Kota Semarang, Tegal, Jepara, dan Pati.

Training of Facilitator merupakan salah satu upaya organisasi dalam menyiapkan kader-kader fasilitator yang memiliki kompetensi, kemampuan komunikasi, serta metodologi pendidikan yang baik sehingga mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan serikat pekerja di masing-masing wilayah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PP SPAMK FSPMI, Engkos Kosasih, terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PP SPAMK FSPMI, Khaerul Bakri, yang berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda lainnya.

“Kawan-kawan yang saya hormati, saya menyampaikan permintaan maaf dari Bung Bakri. Beliau tidak bisa hadir karena ada agenda Musnik PT NBK, sehingga harus kita bagi waktunya. Selain itu, beliau juga masih fokus terhadap permasalahan yang ada di PUK Caterpillar,” ujar Engkos.

Di hadapan para peserta, Engkos menegaskan bahwa seorang fasilitator memiliki peran yang sangat strategis dalam mencetak kader-kader organisasi yang berkualitas. Seorang fasilitator, menurutnya, tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga harus menguasai situasi pembelajaran, memahami metode pendidikan, serta mampu menyelaraskan proses antara tutor dengan pelaksana di lapangan.

Sebagai fasilitator harus menguasai medan. Antara yang memberikan materi, yang memberikan jasa pendidikan, dengan yang menjadi eksekutor di lapangan harus berjalan sinkron. Karena itu, dalam pendidikan ini saya berharap kawan-kawan benar-benar memahami apa yang disampaikan oleh tutor. Ketika keluar dari sini, ilmu yang didapat hari ini harus bisa dimanfaatkan untuk membangun organisasi,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan serius agar mampu menjadi fasilitator yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mentransformasikan ilmu tersebut kepada anggota dan kader baru di PUK masing-masing.

Selain memberikan motivasi kepada peserta, Engkos juga menyampaikan sejumlah program prioritas yang sedang dipersiapkan oleh PP SPAMK FSPMI. Salah satunya adalah penyelenggaraan Solidarity Camp yang direncanakan berlangsung sekitar 20 Agustus 2026 dan secara khusus diperuntukkan bagi anggota perempuan.

Program lainnya adalah pengembangan sistem Kartu Tanda Anggota (KTA) yang saat ini sedang digarap oleh Bidang Organisasi PP SPAMK FSPMI. Digitalisasi KTA menjadi bagian dari transformasi organisasi dalam meningkatkan kualitas administrasi dan pelayanan kepada seluruh anggota.

Tidak hanya itu, PP SPAMK FSPMI juga tengah menyiapkan digitalisasi program kerja organisasi sehingga seluruh anggota nantinya dapat mengakses berbagai informasi, agenda, maupun program organisasi secara lebih mudah, cepat, dan transparan. (sup)