Tegal, KPonline-Pelatihan Organising KSPI–LO yang berlangsung selama tiga hari di Tegal, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Rabu (12/8/2026). Penutupan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) KSPI, Ramidi, yang menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas.
Di hadapan para peserta, Ramidi berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan segera ditularkan kepada anggota, khususnya generasi muda. Menurutnya, organising merupakan kerja nyata untuk memperkuat organisasi, membangun kesadaran anggota, sekaligus memperluas basis keanggotaan serikat pekerja.
“Ilmu yang didapat hari ini jangan berhenti di sini. Tularkan kepada anggota, gunakan untuk mengorganising, memperkuat organisasi, dan menambah anggota,” menjadi pesan penting dalam penutupan pelatihan tersebut.
Organising bukan sekadar membagi tugas atau menempatkan orang dalam struktur organisasi. Lebih jauh, organising adalah proses membangun kekuatan kolektif melalui pembagian peran yang jelas, koordinasi yang rapi, penataan sumber daya, serta penempatan orang sesuai kemampuan dan tanggung jawabnya.
Dalam konteks gerakan serikat pekerja, kemampuan organising menjadi semakin penting. Organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh banyaknya struktur, tetapi oleh kemampuan mengorganisir anggota, membaca persoalan di lapangan, membangun komunikasi, dan mengubah keresahan pekerja menjadi kekuatan bersama.
Karena itu, peserta pelatihan dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya. Mulai dari memetakan anggota, membangun komunikasi, membagi tugas, menentukan strategi, hingga memastikan setiap anggota memiliki ruang untuk terlibat dalam perjuangan organisasi.
Pesan Ramidi menjadi penegasan bahwa regenerasi dan perluasan keanggotaan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara terus-menerus. Pelatihan harus melahirkan pengorganisir baru, bukan sekadar peserta yang mendapatkan sertifikat atau pengetahuan.
Setelah menutup pelatihan, Ramidi langsung melanjutkan agenda dengan mengunjungi anggota KSPI dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang berada di kawasan Tegal.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan konsolidasi dengan basis anggota. Sebab, bagi gerakan buruh, organising pada akhirnya bukan tentang teori di ruang pelatihan, melainkan tentang seberapa jauh pengetahuan tersebut mampu diterjemahkan menjadi kekuatan nyata di tempat kerja.
Pelatihan boleh berakhir. Tetapi kerja organising tidak boleh berhenti. Karena kekuatan serikat pekerja hanya akan tumbuh ketika anggota terorganisir, sadar akan haknya, dan bergerak bersama.



