Pekerja Muda Membentuk Masa Depan Transportasi Umum, Workshop ITF Perkuat Aliansi dan Regenerasi Serikat Pekerja

Pekerja Muda Membentuk Masa Depan Transportasi Umum, Workshop ITF Perkuat Aliansi dan Regenerasi Serikat Pekerja

Jakarta, KPonline-Perkembangan teknologi dan perubahan industri transportasi menuntut pekerja muda untuk semakin aktif mempersiapkan diri menghadapi masa depan dunia kerja. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop on Strengthening the Alliance of Transport Workers for Youth (Urban Transport ITF) yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi ruang bagi pekerja muda dari berbagai serikat pekerja sektor transportasi untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat komunikasi, serta membangun strategi bersama dalam menghadapi tantangan transportasi publik di masa mendatang.

Bacaan Lainnya

Workshop tersebut juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat regenerasi organisasi pekerja, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, perubahan pola kerja, serta kebutuhan peningkatan keterampilan pekerja.

Bahas Masa Depan Transportasi Publik 2030

Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan dalam workshop. Kegiatan diawali dengan perkenalan serta penyampaian harapan dari masing-masing perwakilan serikat pekerja muda.

Pembahasan kemudian diarahkan pada masa depan transportasi publik menuju 2030, pendidikan dan pengorganisasian pekerja, kepemimpinan, komunikasi, serta pemanfaatan jangkauan digital dalam gerakan pekerja.

Peserta juga membahas dampak perkembangan teknologi terhadap pekerja muda, termasuk pentingnya memperkuat suara dan aspirasi pekerja serta melakukan pembaruan keterampilan agar mampu mengikuti perubahan dunia kerja.

Dalam diskusi tersebut muncul pemikiran bahwa teknologi harus mengikuti kebutuhan dan kepentingan pekerja, bukan justru menjadi alasan untuk mengurangi perlindungan terhadap pekerja.

Serikat pekerja juga dituntut mampu mengubah stigma negatif menjadi nilai positif melalui kerja-kerja organisasi yang konstruktif, komunikatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota.

Selain memperjuangkan kepentingan pekerja, serikat pekerja memiliki fungsi penting dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja, termasuk memastikan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Perkuat Keberanian dan Kepemimpinan Pekerja Muda

Dalam sesi diskusi antarkerja serikat, peserta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi anggota di lapangan. Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain pentingnya keberanian untuk berbicara, membangun inisiatif kepemimpinan, bergerak bersama, memperkuat budaya diskusi, serta melakukan identifikasi masalah secara tepat.

Hal tersebut dinilai penting agar pekerja muda tidak hanya menjadi penerus organisasi secara struktural, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerja dan organisasi serikat pekerja.

Kepemimpinan pekerja muda di masa depan membutuhkan keberanian untuk menyampaikan aspirasi, kemampuan berkomunikasi, serta kesanggupan mengambil inisiatif dalam menghadapi persoalan yang muncul.

Delapan Perwakilan Hadir dari Serikat Pekerja Digital Platform dan Transportasi (SPDT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)

Workshop ini turut diikuti oleh perwakilan pekerja dari Pimpinan Pusat (PP) SPDT dan Pimpinan Unit Kerja (PUK) sektor transportasi, khususnya dari bidang perempuan dan pekerja muda.

Adapun peserta yang hadir terdiri dari:

1. Yulian Winda Ringga – PP SPDT

2. Neneng Aryati – PP SPDT

3. Septian – PP SPDT

4. Ius – PUK TransJakarta

5. Wahyu Sintia Kartika – PUK TransJakarta

6. Faradiva Albania – PUK TransJakarta

7. Danu – PUK DAMRI

8. Fendi – PUK DAMRI

Sementara itu, Enung Nuryani hadir sebagai moderator Urban Transport dalam kegiatan tersebut.

Kampanye “Pekerja Muda Membentuk Masa Depan Transportasi Umum”

Salah satu sesi penting dalam workshop adalah Diskusi Campaign dengan tema:

“PEKERJA MUDA MEMBENTUK MASA DEPAN TRANSPORTASI UMUM”

Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk menyusun strategi kampanye dengan menentukan lima unsur utama, yaitu isu, target, pesan, media, dan call to action.

Metode tersebut diharapkan dapat melatih pekerja muda untuk menyampaikan persoalan ketenagakerjaan secara lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan komunikasi digital.

Pemanfaatan media digital juga dipandang sebagai salah satu kekuatan penting bagi gerakan pekerja muda. Dengan strategi komunikasi yang tepat, isu-isu pekerja dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus membangun citra positif serikat pekerja.

Workshop ini pada akhirnya tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring, memperkuat solidaritas, serta mempersiapkan pekerja muda agar mampu mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah masa depan transportasi publik.

Pekerja muda bukan sekadar penerus gerakan, tetapi merupakan bagian penting dari penentu masa depan transportasi yang adil, aman, layak, dan berkelanjutan.

Pos terkait