Pekanbaru, KPonline – Organizing Workshop yang diselenggarakan IndustriALL Indonesia Council di Hotel BATIQA Pekanbaru memasuki hari kedua, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus serikat pekerja dari berbagai daerah, termasuk delegasi FSPMI Kabupaten Pelalawan yang didampingi Sekretaris Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kabupaten Pelalawan, Riadi Saputra.
Pada hari kedua, peserta melanjutkan pendalaman materi mengenai strategi pengorganisasian, penyusunan rencana aksi, serta berbagi pengalaman dan praktik baik (best practice) yang telah diterapkan oleh masing-masing organisasi dalam memperkuat serikat pekerja di tingkat basis.
Dalam sesi diskusi, Riadi Saputra berkesempatan memaparkan strategi pengorganisasian yang selama ini dijalankan KC FSPMI Kabupaten Pelalawan sebagai upaya memperkuat organisasi dan memperluas keanggotaan.
Ia menjelaskan bahwa strategi pertama dilakukan melalui pendekatan face to face, yaitu membangun komunikasi langsung dengan pekerja di perusahaan untuk memperkenalkan organisasi, mendengarkan aspirasi, sekaligus mengajak pekerja bergabung ke dalam serikat pekerja.
Strategi kedua dilakukan melalui Media Perdjoeangan, sebagai salah satu pilar FSPMI, yang dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi kegiatan organisasi, edukasi ketenagakerjaan, advokasi, serta berbagai keberhasilan perjuangan serikat pekerja melalui media digital dan media sosial.
Sementara itu, strategi ketiga diwujudkan melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat pekerja. Salah satunya melalui Relawan JamkesWatch, sebagai salah satu pilar KSPI, yang aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, KC FSPMI Pelalawan juga membangun kolaborasi kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Wadah PERISAI FSPMI Pelalawan, yang berperan membantu memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, pekerja mandiri, pekerja profesional, serta pekerja keagamaan melalui skema Bukan Penerima Upah (BPU).
Menanggapi antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut, Riadi Saputra menegaskan bahwa pengorganisasian serikat pekerja harus terus berkembang mengikuti kebutuhan pekerja dan kondisi di lapangan.
“Pengorganisasian tidak hanya dilakukan dengan mengajak pekerja bergabung ke dalam serikat, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, KC FSPMI Pelalawan mendorong setiap anggota untuk aktif sebagai Relawan JamkesWatch dan Agen PERISAI BPJS Ketenagakerjaan. Dengan cara ini, kehadiran FSPMI dapat dirasakan lebih luas oleh pekerja rentan, pekerja mandiri, pekerja profesional, hingga pekerja keagamaan yang juga membutuhkan perlindungan jaminan sosial,” ujar Riadi Saputra.
Menurutnya, strategi yang memadukan pendekatan langsung kepada pekerja, penguatan media organisasi, pelayanan sosial melalui JamkesWatch, serta kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui Wadah PERISAI FSPMI Pelalawan merupakan langkah yang efektif untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap serikat pekerja.
Organizing Workshop IndustriALL diharapkan menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk mengembangkan strategi pengorganisasian yang inovatif dan adaptif, sehingga mampu memperkuat organisasi, memperluas keanggotaan, serta meningkatkan peran serikat pekerja dalam memberikan manfaat bagi pekerja dan masyarakat di daerah Masing-masing.