Bogor, KPonline–Setelah rangkaian acara potong kue dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Indomarco Prismatama Bogor, kegiatan dilanjut dengan sambutan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Bogor, Ridwansyah.
Dalam sambutannya, Ridwansyah mengulas perjalanan panjang perjuangan PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor sejak awal berdiri hingga memasuki usia sembilan tahun.
Ia menyampaikan bahwa perjalanan organisasi tersebut tidaklah mudah, karena di dalamnya terdapat berbagai dinamika, tantangan, tekanan, pengorbanan, hingga pergantian kepemimpinan.
Ridwansyah menjelaskan secara mendetail perjalanan kepemimpinan PUK, mulai dari ketua pertama Nana Sukarna, kemudian almarhum Surfifal Yadi, Mulyana, Andri Kurnia, Fauzi Noviyandi, hingga ketua PUK saat ini, Darmanto.
Menurutnya, jika melihat usia organisasi yang telah mencapai sembilan tahun, seharusnya perjalanan kepemimpinan PUK tidak mengalami banyak pergantian. Namun, berbagai persoalan dan dinamika yang terjadi membuat PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor telah melalui enam periode kepemimpinan.
“Usia PUK yang sudah sembilan tahun seharusnya baru tiga kali pergantian ketua. Tetapi karena begitu besarnya perjuangan dan pengorbanan, ada yang mengalami PHK dan ada pula yang saat ini telah meninggal dunia. Sehingga dalam perjalanan sembilan tahun ini, PUK sudah berganti hingga enam ketua,” jelas Ridwansyah.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor tidak pernah berjalan dengan mudah. Berbagai “badai” telah menghadang organisasi, termasuk tekanan dan tantangan yang harus dihadapi para pengurus maupun anggota.
“Badai yang menghadang PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor tidaklah mudah. Proses dan tekanan yang diterima luar biasa. Namun semua itu justru menjadi bagian dari perjalanan organisasi hingga mampu bertahan dan berkembang sampai saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ridwansyah menyampaikan bahwa saat ini PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Perkembangan tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan rasa tanggung jawab yang besar dari seluruh pengurus dan anggota.
Ia juga mengapresiasi cara PUK dalam memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus membangun hubungan industrial yang lebih baik dengan manajemen perusahaan. Menurutnya, perjuangan serikat pekerja tidak selalu harus dilakukan melalui konfrontasi, tetapi juga dapat ditempuh dengan membangun komunikasi dan harmonisasi hubungan industrial.
“Perkembangan PUK saat ini sangat pesat. Tentunya harus diiringi dengan tanggung jawab. PUK memiliki cara tersendiri dalam melakukan perlawanan sekaligus membangun hubungan industrial yang lebih baik atau harmonisasi antara serikat pekerja dengan manajemen perusahaan,” ungkapnya.
Diakhir sambutannya, Ridwansyah berpesan kepada seluruh peserta yang hadir maupun anggota yang belum berkesempatan hadir agar dapat lebih menghargai perjuangan para pengurus organisasi.
Ia mengingatkan bahwa berbagai kemajuan yang dirasakan anggota saat ini tidak terlepas dari proses panjang, kerja keras, waktu, tenaga, pikiran, serta pengorbanan para pengurus dan anggota yang telah berjuang sejak awal berdirinya PUK.
“Yang terpenting, kita harus lebih bisa menghargai pengurus organisasi dengan apa yang telah menjadi perjuangan untuk kita semua. Karena apa yang kita nikmati dan rasakan hari ini merupakan hasil dari proses perjuangan yang panjang,” pungkas Ridwansyah.
Peringatan HUT ke-9 PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor pun menjadi momentum untuk mengenang kembali perjalanan organisasi, menghargai jasa para pendahulu, sekaligus memperkuat tekad seluruh anggota dalam menghadapi tantangan perjuangan ke depan.